MOROWALI, Sulawesi Tengah – Coffee Morning yang diadakan pada hari Kamis (11 Desember 2025), Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain secara langsung menekankan pentingnya transparansi informasi antara aparat kepolisian dengan media massa. Dalam kesempatan tersebut, dia secara tegas meminta semua kasat-kasat (Kepala Satuan) di Polres Morowali untuk terbuka kepada wartawan dan memberikan informasi yang akurat serta dapat dijadikan konfirmasi, tanpa ada sikap menutup diri yang dapat menghambat aliran informasi kepada publik.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah wartawan dari berbagai media di Morowali dan sekitarnya menjadi wadah yang produktif untuk membahas sejumlah isu krusial yang tengah menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satu topik yang paling menonjol adalah maraknya masalah di sektor tambang, termasuk penggunaan galian C yang seharusnya untuk keperluan tertentu namun seringkali terlibat dalam kegiatan pemerintah seperti proyek infrastruktur. Sebagai informasi, Morowali sendiri dikenal sebagai salah satu pusat industri berbasis sumber daya alam khususnya nikel, dengan kawasan ekonomi khusus yang menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
AKBP Zulkarnain menyampaikan pandangannya yang seimbang terkait penegakan hukum di sektor ini. Dia menyatakan bahwa hukum harus ditegakkan secara tegas, tetapi tidak boleh dilihat seperti "kacamata kuda" yang hanya melihat satu sisi saja. "Kita tidak bisa hanya mengikuti aturan tanpa mempertimbangkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas, " ujarnya dalam sambutannya. Meskipun demikian, dia juga menjanjikan bahwa masalah yang ada dalam sektor tambang akan segera dibenahi melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik yang memihak semua pihak.
Selain masalah tambang, Kapolres juga membuka suara tentang kondisi anggaran Polres Morowali yang menjadi tantangan tersendiri. Dia menjelaskan bahwa total anggaran yang diterima Polres Morowali selama tahun ini berkisar pada 26 miliar rupiah. Yang cukup mengejutkan, hampir 70 persen dari total anggaran tersebut dialokasikan untuk pembayaran gaji personil. "Ini berarti sisa anggaran yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain, terutama penyidikan, sangat terbatas, " jelasnya.
Anggaran untuk penyidikan sendiri dinilai tidak sebanding dengan jumlah kasus yang terus meningkat dan ditangani oleh tim penyidik Polres Morowali. Kondisi ini menyebabkan sering terjadi situasi "tutup lubang gali lubang", di mana anggaran dari program satu harus dipindahkan untuk menutupi kebutuhan program lain yang lebih mendesak. Hal ini tentu saja berdampak pada kualitas dan kecepatan penyidikan yang dilakukan.
Tidak hanya itu, AKBP Zulkarnain juga dengan jujur mengakui masih banyak kekurangan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat oleh Polres Morowali. Kekurangan ini disebabkan oleh berbagai faktor keterbatasan, salah satunya adalah jumlah personil yang masih jauh dari standar. Dia mengungkapkan bahwa jumlah personil Polres Morowali saat ini hanya sepertiga dari jumlah normal yang seharusnya ada sesuai dengan kebutuhan daerah yang luas dan kompleks.
"Keterbatasan personil membuat kita kesulitan untuk menjangkau semua wilayah dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Kadang kita harus bekerja ekstra keras dan bekerja secara bergantian untuk memenuhi tuntutan tugas, " ujarnya. Meskipun menghadapi berbagai tantangan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa Polres Morowali akan terus berusaha memberikan yang terbaik dan berkomitmen untuk meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.
Selama Coffee Morning, AKBP Zulkarnain juga mengajak wartawan untuk terus bekerja sama dengan Polres dalam menyebarkan informasi yang akurat dan objektif kepada publik. Dia berharap bahwa kolaborasi antara polisi dan media dapat membantu membangun kepercayaan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai di Morowali. (TAR)































:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382025/original/028973600_1760525453-IMG_6059.jpeg)

:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5381739/original/070404100_1760516323-Ridho.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5244174/original/082255300_1749138695-20250605BL_Timnas_Indonesia_Vs_China_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-21.JPG)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4519263/original/002213900_1690723743-20230730IY_BRI_Liga_1_Persija_Jakarta_vs_Persebaya_Surabaya_3.jpg)


