Kades Terpilih Jangan-Jangan Barru Wafat Sebelum Dilantik

2 hours ago 1

BARRU - Kabar duka datang dari Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan tepat di hari pelaksanaan pelantikan Kepala Desa Serentak hasil Pilkades 2026. 

Kepala Desa Jangan-Jangan terpilih, Ibrahim, S.Sos., meninggal dunia pada Jumat pagi (26/6/2026) pukul 08.00 WITA, hanya beberapa jam sebelum dirinya dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan.

​Kepergian mendadak figur yang dikenal dekat dengan masyarakat ini mengubah suasana khidmat di Lantai 6 Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Barru menjadi duka yang mendalam. 

Sedianya, almarhum Ibrahim akan dilantik bersama 11 Kepala Desa Terpilih lainnya oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.

​Amanah dan mandat yang telah dipercayakan oleh masyarakat Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting pada kontestasi Pilkades serentak beberapa waktu lalu, kini menjadi pengingat akan dedikasi dan niat baik almarhum yang akan tetap dikenang, meski belum sempat mengemban masa jabatannya secara resmi.

​Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, di sela-sela prosesi pelantikan menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik daerah tersebut.

​"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Barru, kami menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sahabat tercinta kita, almarhum Ibrahim, S.Sos. Semoga Allah SWT memberikan rahmat, ampunan, serta menempatkan beliau di surga-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi keikhlasan, ketabahan, serta kekuatan, " ungkap Andi Ina Kartika Sari dengan penuh haru.

​Meskipun diliputi suasana duka, prosesi pengambilan sumpah jabatan terhadap 11 Kepala Desa Terpilih lainnya tetap berjalan lancar.

Kehadiran ruang kosong yang sedianya diperuntukkan bagi almarhum Ibrahim menjadi simbol penghormatan terakhir dari jajaran Pemerintah Kabupaten Barru atas perjuangan almarhum semasa hidup untuk memajukan desanya.

​Hingga berita ini diturunkan, ucapan duka cita dan doa terus mengalir dari rekan sejawat sesama kepala desa, jajaran perangkat daerah, maupun warga masyarakat yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang dikenal amanah, jujur, dan berintegritas tinggi.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |