MAKASSAR — Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2025–2029, Prof. dr. Budu, Sp.M., Ph.D., menegaskan komitmennya untuk memisahkan kembali Bidang Kemahasiswaan dari Bidang Akademik jika terpilih memimpin kampus merah tersebut.
Langkah ini, kata Prof Budu, penting dilakukan agar urusan kemahasiswaan kembali mendapat perhatian penuh dan tidak terpinggirkan di tengah fokus akademik yang semakin kompleks.
“Sejak digabung dengan bidang akademik pada periode 2021–2025, urusan kemahasiswaan seolah kehilangan ruang geraknya sendiri. Padahal, mahasiswa adalah unsur paling penting dalam universitas. Kalau tidak ada mahasiswa, maka kita pun tidak ada, ” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas itu, dikutip dari laman SulselNow.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof Budu dalam video pendek yang tayang di kanal YouTube Digitripx pada 25 Oktober 2025, berjudul “Koreksi Total! Alasan Prof Budu Ingin Kembalikan Bidang Kemahasiswaan.”
Menurutnya, setiap wakil rektor sejatinya memang bersentuhan dengan mahasiswa — mulai dari urusan akademik, keuangan, hingga kerja sama internasional.
Namun, bidang kemahasiswaan tetap perlu berdiri sendiri untuk menangani hal-hal yang bersifat non-akademik, seperti kesejahteraan, beasiswa, pembinaan karakter, dan kegiatan kemahasiswaan.
“Kalau saya jadi rektor, saya akan kembalikan urusan kemahasiswaan ini pada satu wakil rektor di bidang kemahasiswaan khusus, tidak bercampur dengan akademik, ” tegasnya.
Lebih jauh, Prof Budu menilai bahwa mahasiswa tidak hanya perlu diarahkan secara akademik, tetapi juga harus dibina menjadi pemimpin masa depan melalui pelatihan kepemimpinan dan aktivitas organisasi yang terstruktur.
“Bidang kemahasiswaan harus aktif mengelola pelatihan leadership, pembinaan karakter, hingga prestasi olahraga. Semua ini harus ditata agar mahasiswa tumbuh menjadi pribadi unggul, ” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas. Menurutnya, BEM dan lembaga mahasiswa lainnya harus menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan universitas, sekaligus wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.
“BEM di masing-masing fakultas itu harus aktif dan mampu merepresentasikan mahasiswa. Dengan begitu, sistem pembinaan dan kontrol sosial di kampus bisa berjalan efektif, ” pungkasnya.
Komitmen Prof Budu ini menjadi salah satu poin utama visinya dalam Pemilihan Rektor Unhas 2025–2029, yaitu membangun tata kelola universitas yang seimbang antara keunggulan akademik dan kekuatan kemahasiswaan, demi melahirkan lulusan yang cerdas, berkarakter, dan siap memimpin. (*)







































