Jelang Musim Kemarau, Perhutani Madura Koordinasi dengan Camat Kangayan Bahas Mitigasi Karhutla

17 hours ago 1

Madura (17/06/2026) - Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau serta mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kangean Timur, melakukan koordinasi dengan Camat Kangayan, Kabupaten Sumenep, Rabu (17/06/2026).

Administratur Perhutani KPH Madura, Bima Andrayuwana, menyampaikan bahwa "kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara Perhutani dengan Pemerintah Kecamatan Kangayan dalam menyusun langkah-langkah mitigasi, pencegahan, serta penanganan dini apabila terjadi kebakaran hutan khususnya di wilayah kerja Perhutani BKPH Kangean Timur. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan dari ancaman Karhutla yang berpotensi meningkat pada musim kemarau, " katanya.

"Perhutani terus berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kecamatan Kangayan. Melalui koordinasi ini, kami menyamakan persepsi terkait langkah mitigasi, peningkatan patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta mekanisme pelaporan cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran hutan, " jelasnya.

"Ia menambahkan bahwa peran aktif masyarakat dan pemerintah setempat sangat dibutuhkan dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla melalui edukasi serta peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, " tambahnya.

Sementara itu, Camat Kangayan Nurullah S.H., M.H., menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan jajaran Perhutani BKPH Kangean Timur. Menurutnya, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan komitmen dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

"Kami siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan Perhutani dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari. Sosialisasi kepada masyarakat akan terus ditingkatkan agar masyarakat lebih peduli dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan, " ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas beberapa langkah antisipatif, di antaranya pemetaan wilayah rawan Karhutla, peningkatan patroli rutin, penguatan koordinasi antarinstansi, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan tata cara penanganan awal apabila terjadi kebakaran.@Red. 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |