Irdam III/Siliwangi Hadiri Seminar Sekolah Sespim Polri 2026, Bahas Kepemimpinan Digital Berbasis Data

21 hours ago 6

BANDUNG — Irdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurul Yakin mewakili Pangdam III/Siliwangi menghadiri Seminar Sekolah Sespim Polri Tahun 2026 yang digelar di Gedung Utaryo Sespim Polri, Jumat (19/6/2026).

Seminar tersebut mengangkat tema “Kepemimpinan Digital Berbasis Data guna Menghadapi Volatilitas Global dalam Rangka Mewujudkan Stabilitas Kamdagri”. Kegiatan ini diikuti sekitar 450 peserta didik dari Sespimti, Sespimmen, SPPK, dan Sespimma, dengan penanggung jawab Kasespim Lemdiklat Polri.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas, Wakil Menteri Dalam Negeri, Astamarena Polri, Kadiv TIK Polri, Kasespim Lemdiklat Polri, Kakor Widyaiswara, Dansesko AD, Dansesko AU, Dansesko AL, Kapusjianstralitbang TNI, para pejabat Sespim Polri, serta perwakilan peserta didik Sesko TNI dan Sesko Angkatan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sespim, pembacaan doa, sambutan Kasespim Lemdiklat Polri, serta pembukaan seminar. Seminar kemudian dilanjutkan dengan paparan dari sejumlah narasumber, di antaranya Kombes Pol Dr. Miftah Hadi Safii, S.I.K., M.I.K.; Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. selaku Menteri PPN/Kepala Bappenas; Komjen Pol Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H.; serta Irjen Pol Slamet Uliamdi, S.I.K.

Dalam seminar tersebut, para narasumber menekankan pentingnya transformasi kepemimpinan berbasis data dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Data yang akurat, terintegrasi, dan mutakhir dinilai menjadi fondasi penting dalam perumusan kebijakan, pembangunan nasional, pelayanan publik, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Irdam III/Siliwangi menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan strategis dalam memperkuat sinergi TNI-Polri, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

“Transformasi digital dan pemanfaatan data bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan dalam menjaga stabilitas keamanan. TNI dan Polri harus terus memperkuat kolaborasi, membangun interoperabilitas sistem, serta menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, ” ujar Irdam III/Siliwangi.

Selain itu, seminar juga menyoroti pentingnya implementasi konsep Smart Policing sebagai model pemolisian modern yang memanfaatkan teknologi, data, dan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang lebih cepat, tepat, efektif, dan akuntabel.

Volatilitas global, perkembangan teknologi digital, ancaman siber, serta dinamika geopolitik disebut menuntut Polri memiliki kepemimpinan yang adaptif dan visioner. Kepemimpinan masa depan tidak hanya dituntut memahami aspek operasional, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi sebagai bagian utama strategi pemolisian.

Dalam konteks tersebut, sinergi antara Polri, TNI, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk kejahatan siber, kejahatan hibrida, serta dinamika sosial di masyarakat.

Bagi TNI, khususnya Kodam III/Siliwangi, transformasi digital Polri memiliki keterkaitan erat dengan penguatan koordinasi wilayah, keamanan siber lintas instansi, serta integrasi sistem keamanan di wilayah Jawa Barat dan Banten. Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui integrasi command center, kolaborasi data dalam penanganan kejahatan hibrida dan siber, layanan publik terintegrasi, serta penguatan literasi digital hingga tingkat akar rumput.

Irdam III/Siliwangi juga menilai bahwa penguatan literasi digital di tingkat akar rumput menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan masyarakat di tengah derasnya arus informasi.

“Di wilayah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas memiliki peran penting sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Karena itu, literasi digital harus diperkuat agar masyarakat semakin cerdas, tangguh, dan tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi maupun ancaman siber, ” katanya.

Kehadiran Irdam III/Siliwangi dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam III/Siliwangi untuk terus memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas wilayah, mendukung transformasi digital nasional, serta menyiapkan sumber daya yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, pemberian cinderamata dan penghargaan kepada narasumber, paparan hasil seminar sekolah, serta penyerahan laporan hasil Seminar Sekolah Sespim Polri Tahun 2026. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |