Ibadah Natal Wanita GBI Bungku: Kasih Tak Bersyarat Dalam Keluarga dan Masyarakat 

2 months ago 28

MOROWALI, Indonesisatu.id– Di tengah gemerlap lampu Natal yang menghiasi Gereja Bethany Indonesia (GBI) Bungku, Morowali, para kaum wanita berkumpul pada malam rabu 3 Desember 2025, dalam sebuah perayaan yang bukan hanya meriah, tetapi juga menyentuh relung hati terdalam. Ibadah Natal Wanita GBI Bungku tahun ini mengusung tema "Kasih Tak Bersyarat, " sebuah pesan yang diambil dari Yohanes 15:13, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
 
Suasana khidmat terasa begitu kuat saat para wanita GBI Bungku dan tamu undangan memadati Gereja yang beralamat di kompleks KTM Desa Bente, Bungku Tengah. Senyum hangat dan sapaan ramah mengalir di antara mereka, menciptakan sebuah komunitas yang erat dan penuh kasih. Ibadah ini bukan sekadar perayaan rutin, tetapi sebuah momen untuk merenungkan makna Natal yang sesungguhnya dan bagaimana kasih Kristus dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rosnawati Sidaluwu, Bimas Kristen Kemenag Morowali, tampil sebagai pembawa obor inspirasi. Dalam khotbahnya yang penuh semangat, ia mengupas tuntas konsep Agape, Eros dan phililia, mengajak para hadirin untuk memahami bahwa kasih yang sejati adalah kasih yang tanpa pamrih, tanpa syarat, bahkan kepada mereka yang telah menyakiti tetap untuk dicintai.
 
"Kasih yang sejati adalah kasih yang rela berkorban, yang tidak menghukum, dan yang selalu mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, " ujarnya dengan suara yang lantang, menyentuh hati setiap pendengar. Ia menantang para wanita untuk tidak hanya merayakan Natal dengan kemeriahan, tetapi juga dengan tindakan nyata yang mencerminkan kasih Kristus.
 
Rosnawati kemudian membawa para hadirin dalam perjalanan melintasi lembaran-lembaran Alkitab, memperkenalkan mereka kembali kepada tokoh-tokoh perempuan yang telah menjadi teladan kasih tak bersyarat. Ada Rut, yang dengan setia mendampingi mertuanya, Naomi, bahkan di saat-saat sulit. Ada Maria, ibu Yesus, yang dengan berani menerima panggilan Tuhan meski tahu akan ada tantangan dan penderitaan. Ada Abigail, yang dengan bijaksana menyelamatkan keluarganya dari amarah suaminya. Ada Ester, yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan bangsanya. Dan ada pula perempuan berdosa yang dengan tulus mengurapi Yesus, menunjukkan penyesalan dan kasih yang mendalam.

Kisah-kisah ini bukan hanya menjadi pengingat tentang masa lalu, tetapi juga menjadi cermin bagi masa kini. Para wanita diajak untuk merenungkan bagaimana mereka dapat meneladani kasih tak bersyarat dalam keluarga, di tempat kerja, di gereja, dan di tengah-tengah masyarakat.
 
Ibadah ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang menyentuh hati. Pujian dan penyembahan mengalun indah, membawa para hadirin dalam hadirat Tuhan. Kelompok vokal wanita mempersembahkan lagu-lagu Natal yang membangkitkan semangat dan sukacita. Dan yang tak kalah mengharukan adalah sesi berbagi pengalaman kepada media ini, di mana salah seorang wanita berbagi kisah tentang bagaimana kasih tak bersyarat telah mengubah hidupnya dan orang-orang di sekitarnya.
 
Novi Butar-Butar, salah satu wanita GBI Bungku, dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan, "Ibadah Natal ini benar-benar memberkati. Saya merasa diingatkan kembali tentang betapa pentingnya Kasih dalam setiap aspek kehidupan. Semoga kita semua dapat menjadi agen kasih di tengah-tengah dunia ini, dimulai dari keluarga kita sendiri, " tutur Moms Beye sapaan akrabnya.

Semangat Natal yang penuh sukacita dan kasih tak bersyarat terasa begitu kuat di Gereja GBI Bungku malam itu. Lebih dari sekadar perayaan, ibadah ini menjadi sebuah panggilan untuk bertindak, untuk mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, untuk mengampuni mereka yang bersalah, dan untuk mencintai tanpa batas. Semoga semangat ini terus membara dalam hati setiap peserta dan menginspirasi mereka untuk menjadi berkat bagi dunia di sekitar mereka.

Natal Wanita GBI Bungku terbilang sukses dan meriah tidak terlepas dari kerja keras dan kerjasama seluruh panitia Natal. Ada Ibu Dida, Lili Nante, Exi Chrisna Pondi maupun seluruh wanita Bethany dan Jefri Sondakh selaku Gembala/Pendeta GBI Bungku.

Selamat Natal 25 Desember 2025 dan Menyongsong Tahun Baru 2026, Tuhan Yesus Memberkati. (Tar)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |