BARRU — Langkah progresif Bupati Barru, Andi Ina Kartikasari, S.H., M.Si., dalam memposisikan Kabupaten Barru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan mendapat apresiasi tinggi dari legislatif.
Capaian ini dinilai sebagai bukti nyata efektivitas kinerja dalam satu tahun masa jabatan yang mampu mengubah wajah Barru menjadi daerah tujuan investasi yang kompetitif.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barru Fraksi Golkar, Herman Jaya, menanggapi paparan Bupati dalam program Decision Makers di CNN Indonesia, Rabu (22/4/2026).
Dalam program tersebut, Bupati Andi Ina menegaskan bahwa Barru kini bukan lagi sekadar daerah perlintasan, melainkan destinasi investasi dengan keunggulan "tiga dimensi": laut, darat, dan pegunungan
Herman Jaya menilai visi Bupati dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata merupakan langkah cerdas dalam mengoptimalkan potensi lokal.
Ia memuji komitmen Bupati yang memberikan "karpet merah" atau kemudahan perizinan serta jaminan kepastian berusaha bagi para pemodal.
"Kami di DPRD sangat mengapresiasi langkah Ibu Bupati yang sangat progresif. Dalam setahun ini, arah pembangunan Barru menjadi sangat jelas: inklusif dan berorientasi pada kemajuan ekonomi. Keberanian beliau membawa Barru ke panggung nasional melalui CNN Indonesia menunjukkan kualitas kepemimpinan yang 'amazing', " ujar Herman Jaya.
Meski memberikan apresiasi tinggi, Herman Jaya mengingatkan bahwa visi besar Bupati harus mampu diterjemahkan secara teknis oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia juga menekankan bahwa sikap ramah investor yang ditunjukkan Bupati wajib diikuti dengan eksekusi birokrasi yang cepat dan tidak berbelit-belit.
“Kepala dinas harus mampu bergerak serempak menjemput bola. Jika sudah ada investor yang melirik Barru, kawal dokumen pendukungnya hingga tuntas. Jangan biarkan visi besar ini terhambat oleh kendala administratif di level bawah, ” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap kinerja Bupati, Herman Jaya mengusulkan dua langkah strategis untuk memperkuat ekosistem investasi di Barru:
1. Pembentukan Tim Percepatan Investasi: Guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan tanpa sekat birokrasi.
2. Penyelesaian Dokumen Dasar Kawasan: Menyoroti Kawasan Industri Barru (KIBAR), Herman mendorong agar dokumen seperti AMDAL sudah tersedia secara komplit.
"Jika dokumen AMDAL sudah siap di kawasan industri, investor tinggal datang dan membangun. Itulah bentuk nyata dari kemudahan investasi yang dijanjikan Ibu Bupati. Kesiapan ini akan menjadi faktor penentu daya saing Barru dibanding daerah lain, " tambah politisi Golkar tersebut.
Menutup pernyataannya, Herman Jaya menegaskan bahwa DPRD akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mengawal transformasi ini.
Sinergi antara ketegasan Bupati dan dukungan regulasi dari DPRD diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan, yang pada akhirnya memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Barru.


















































