PANGKEP SULSEL - Membangun Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berbasis data merupakan kebutuhan mendesak agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selama ini, perencanaan yang tidak ditopang data akurat berisiko melahirkan program yang tidak tepat sasaran, tumpang tindih, bahkan pemborosan anggaran. Dengan data yang valid, terbarukan, dan terintegrasi mulai dari desa/kelurahan hingga dinas, pemerintah dapat melihat kondisi riil masyarakat Pangkep—baik di wilayah daratan, pesisir, maupun kepulauan—secara objektif dan menyeluruh.
Tujuan utama pembangunan berbasis data adalah mewujudkan keadilan, efektivitas, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Data menjadi dasar dalam menurunkan angka kemiskinan, menekan stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mengelola potensi kelautan dan kepulauan Pangkep secara optimal.
Dengan satu data yang kuat, Pangkep tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusia dan masa depan daerah secara terarah, terukur, dan berkeadilan.
Membangun Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berbasis data berarti setiap kebijakan, program, dan anggaran disusun dari kondisi riil masyarakat, bukan perkiraan. Berikut peta data penting yang dibutuhkan secara berjenjang: kelurahan/desa → kecamatan → dinas/OPD.
1. Data Penting di Tingkat Desa & Kelurahan (Fondasi Utama)
A. Data Kependudukan
Jumlah penduduk (usia, jenis kelamin)
Data KK, KTP, akta lahir/kematian
Data pendatang & migrasi
Penyandang disabilitas
Lansia, balita, ibu hamil
B. Data Sosial & Kesejahteraan
Data kemiskinan (DTKS lokal)
Rumah tidak layak huni
Anak putus sekolah
Pengangguran
Keluarga berisiko stunting
Penerima bantuan sosial (PKH, BPNT, BLT, dll)
C. Data Pendidikan
Jumlah sekolah & kondisi bangunan
Jumlah guru & siswa
Angka putus sekolah
Akses pendidikan (jarak, transportasi)
D. Data Kesehatan
Posyandu, puskesmas pembantu
Kasus stunting & gizi buruk
Penyakit dominan (DBD, ISPA, dll)
Akses air bersih & sanitasi
E. Data Ekonomi & UMKM
Jenis mata pencaharian utama
Data UMKM (kuliner, rumput laut, perikanan, pertanian, olahan lokal)
Produksi unggulan desa
Akses modal & pasar
Catatan penting:
Data inilah yang paling krusial karena desa/kelurahan adalah sumber utama kebenaran data.
2. Data Penting di Tingkat Kecamatan (Camat) – Fungsi Integrator
A. Rekapitulasi Desa/Kelurahan
Perbandingan kemiskinan antar desa
Peta stunting & kesehatan
Pendidikan dan putus sekolah
Konflik sosial & kerawanan wilayah
B. Data Infrastruktur
Kondisi jalan antar desa
Jembatan, dermaga, pelabuhan kecil
Listrik & jaringan telekomunikasi
Daerah rawan banjir/abrasi/laka laut
C. Data Keamanan & Ketertiban
Kriminalitas
Bencana alam & kecelakaan laut
Wilayah rawan konflik
D. Potensi Wilayah
Kawasan pesisir, pulau, rawa, kebun
Potensi wisata (sejalan minat Anda wisata kebun & rawa)
Zona ekonomi lokal
Peran Camat: memastikan data sinkron, bukan berbeda antar desa.
3. Data Penting di Tingkat Dinas/OPD
A. Bappeda
Data makro pembangunan
Indeks kemiskinan
IPM, pertumbuhan ekonomi
Peta spasial pembangunan
B. Dinas Sosial
DTKS valid & terverifikasi
Peta kemiskinan ekstrem
C. Dinas Kesehatan
Stunting per desa
Gizi buruk
Akses layanan kesehatan
D. Dinas Pendidikan
Angka putus sekolah
Rasio guru–murid
Sarana prasarana sekolah
E. Dinas PU
Jalan rusak, irigasi
Air bersih & sanitasi
Infrastruktur pesisir & pulau
F. Dinas Perikanan, Pertanian, UMKM
Produksi per komoditas
Nilai ekonomi
Rantai pasok
Inovasi produk (misalnya olahan rumput laut, susu ubi jalar, pupuk cair)
4. Data Khusus Pangkep (Sangat Strategis)
Karena Pangkep kepulauan & pesisir, wajib ada:
Data cuaca & gelombang laut
Data kapal & alat keselamatan
Data nelayan & armada
Data kecelakaan laut
Peta pulau berpenghuni & tidak
5. Prinsip Kunci: Satu Data Pangkep
Agar pembangunan tepat sasaran:
Data by name by address
Update minimal 6 bulan sekali
Digital & terintegrasi
Desa → Kecamatan → Dinas satu pintu
Data jadi dasar APBD & program
6. Contoh Dampak Nyata Jika Data Kuat
Bantuan tepat sasaran
Stunting turun
UMKM naik kelas
Anggaran tidak mubazir
Program sesuai kebutuhan lapangan
Pangkep 29 Desember 2025
Herman Djide
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan


































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382025/original/028973600_1760525453-IMG_6059.jpeg)