Herman Djide: Data yang Bicara, Pangkep yang Berubah

1 month ago 32

PANGKEP SULSEL - Membangun Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berbasis data merupakan kebutuhan mendesak agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selama ini, perencanaan yang tidak ditopang data akurat berisiko melahirkan program yang tidak tepat sasaran, tumpang tindih, bahkan pemborosan anggaran. Dengan data yang valid, terbarukan, dan terintegrasi mulai dari desa/kelurahan hingga dinas, pemerintah dapat melihat kondisi riil masyarakat Pangkep—baik di wilayah daratan, pesisir, maupun kepulauan—secara objektif dan menyeluruh.

Tujuan utama pembangunan berbasis data adalah mewujudkan keadilan, efektivitas, dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Data menjadi dasar dalam menurunkan angka kemiskinan, menekan stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mengelola potensi kelautan dan kepulauan Pangkep secara optimal.

Dengan satu data yang kuat, Pangkep tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusia dan masa depan daerah secara terarah, terukur, dan berkeadilan.

Membangun Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berbasis data berarti setiap kebijakan, program, dan anggaran disusun dari kondisi riil masyarakat, bukan perkiraan. Berikut peta data penting yang dibutuhkan secara berjenjang: kelurahan/desa → kecamatan → dinas/OPD.

1. Data Penting di Tingkat Desa & Kelurahan (Fondasi Utama)

A. Data Kependudukan

Jumlah penduduk (usia, jenis kelamin)

Data KK, KTP, akta lahir/kematian

Data pendatang & migrasi

Penyandang disabilitas

Lansia, balita, ibu hamil

B. Data Sosial & Kesejahteraan

Data kemiskinan (DTKS lokal)

Rumah tidak layak huni

Anak putus sekolah

Pengangguran

Keluarga berisiko stunting

Penerima bantuan sosial (PKH, BPNT, BLT, dll)

C. Data Pendidikan

Jumlah sekolah & kondisi bangunan

Jumlah guru & siswa

Angka putus sekolah

Akses pendidikan (jarak, transportasi)

D. Data Kesehatan

Posyandu, puskesmas pembantu

Kasus stunting & gizi buruk

Penyakit dominan (DBD, ISPA, dll)

Akses air bersih & sanitasi

E. Data Ekonomi & UMKM

Jenis mata pencaharian utama

Data UMKM (kuliner, rumput laut, perikanan, pertanian, olahan lokal)

Produksi unggulan desa

Akses modal & pasar

Catatan penting:

Data inilah yang paling krusial karena desa/kelurahan adalah sumber utama kebenaran data.

2. Data Penting di Tingkat Kecamatan (Camat) – Fungsi Integrator

A. Rekapitulasi Desa/Kelurahan

Perbandingan kemiskinan antar desa

Peta stunting & kesehatan

Pendidikan dan putus sekolah

Konflik sosial & kerawanan wilayah

B. Data Infrastruktur

Kondisi jalan antar desa

Jembatan, dermaga, pelabuhan kecil

Listrik & jaringan telekomunikasi

Daerah rawan banjir/abrasi/laka laut

C. Data Keamanan & Ketertiban

Kriminalitas

Bencana alam & kecelakaan laut

Wilayah rawan konflik

D. Potensi Wilayah

Kawasan pesisir, pulau, rawa, kebun

Potensi wisata (sejalan minat Anda wisata kebun & rawa)

Zona ekonomi lokal

Peran Camat: memastikan data sinkron, bukan berbeda antar desa.

3. Data Penting di Tingkat Dinas/OPD

A. Bappeda

Data makro pembangunan

Indeks kemiskinan

IPM, pertumbuhan ekonomi

Peta spasial pembangunan

B. Dinas Sosial

DTKS valid & terverifikasi

Peta kemiskinan ekstrem

C. Dinas Kesehatan

Stunting per desa

Gizi buruk

Akses layanan kesehatan

D. Dinas Pendidikan

Angka putus sekolah

Rasio guru–murid

Sarana prasarana sekolah

E. Dinas PU

Jalan rusak, irigasi

Air bersih & sanitasi

Infrastruktur pesisir & pulau

F. Dinas Perikanan, Pertanian, UMKM

Produksi per komoditas

Nilai ekonomi

Rantai pasok

Inovasi produk (misalnya olahan rumput laut, susu ubi jalar, pupuk cair)

4. Data Khusus Pangkep (Sangat Strategis)

Karena Pangkep kepulauan & pesisir, wajib ada:

Data cuaca & gelombang laut

Data kapal & alat keselamatan

Data nelayan & armada

Data kecelakaan laut

Peta pulau berpenghuni & tidak

5. Prinsip Kunci: Satu Data Pangkep

Agar pembangunan tepat sasaran:

Data by name by address

Update minimal 6 bulan sekali

Digital & terintegrasi

Desa → Kecamatan → Dinas satu pintu

Data jadi dasar APBD & program

6. Contoh Dampak Nyata Jika Data Kuat

Bantuan tepat sasaran

Stunting turun

UMKM naik kelas

Anggaran tidak mubazir

Program sesuai kebutuhan lapangan

Pangkep 29 Desember 2025

Herman Djide 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |