Harlah Pondok Pesantren Riyadlussharfi Walmantiq, Bupati Citra dan Kepala Kemenag Sampaikan TITIP pada Wali Santri

3 months ago 19

PANGANDARAN JAWA BARAT - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran H. Yayan Herdiana menyampaikan pesan kepada para wali santri yang disingkat dalam akronim TITIP. Hal ini disampaikan Kepala Kemenag saat menghadiri Haol XXVII KH Ahmad Tajudin, Reuni Akbar Alumni dan Harlah ke-60 Pondok Pesantren Riyadlussharfi Walmantiq Babakan Jamanis Parigi, Sabtu (25/10/2025).

“Pesantren membantu kami dalam bidang pendidikan terutama dalam bidang pesantren, sekarang pesantren undang-undangnya sudah ada, bahkan Presiden Prabowo telah memberikan restu bahwa Kementerian Agama dalan direktorat jenderal tersendiri tidak lagi bersatu dengan pesantren. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak/ ibu wali santri yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di pesantren, ” tutur Kepala Kemenag.

H. Yayan menyampaikan bahwa setidaknya ada 5 (lima) hal yang perlu ditanamkan oleh para wali santri jika anaknya ingin sukses di pesantren. “Lima hal ini saya singkat dalam akronim TITIP, yaitu Tega, kita harus tega menitipkan anak di pesantren walaupun secara manusiawi kita ingin dekat dengan anak, tetapi di pesantren anak tidak boleh dijenguk setiap saat, ada ketentuannya untuk kebaikan anak kita semua, makanya kita harus tega, ” ujarnya.

“Kemudian Ikhlas, bagaimana pun seorang bapak/ ibu menitipkan anaknya secara ikhlas di pesantren. InsyaAllah motivasi pesantren dalam rangka meningkatkan kompetensi, kualitas anak kita semua, tidak ada maksud apa-apa melainkan mendidik. Ketiga Tawakal, kalau anak kita dititipkan di pesantren kita harus senantiasa tawakal kepada Allah SWT, supaya anak kita semua menjadi anak soleh/ solehah, sebab tidak ada yang bisa menjadikan anak kita soleh dan solehah kecuali Allah SWT, ” imbuhnya.

“Ke empat Ikhtiar, bagaimana pun bapak ibu sekalian menitipkan anak di pesantren memerlukan bantuan kita agar pesantren lebih eksis, lebih banyak anak didik yang dititipkan maka akan lebih baik, makanya kita harus ikhtiar. 

Terakhir Percaya, bagaimana pun kita harus mempercayakan anak kita kepada pesantren, sebab bagaimana pun pesantren sejatinya mengamankan firman Allah, yakni ingin menjadikan generasi mendatang adalah generasi yang kuat bukan generasi yang lemah, ” ungkap Kepala Kemenag.

Kepala Kemenag pun menambahkan bahwa pondok pesantren sejatinya akan menjadikan para santri mengembangkan jasmani, rohani dan akalnya. “Pesantren InsyaAllah akan menjadikan anak kita menjadi anak yang sehat dan kuat, pesantren akan menjadikan anak yang soleh dan solehah.

Ketiga pesantren akan menjadikan anak kita generasi yang cerdas. Bahkan bukan tidak mungkin salah satu dari santri pesantren menjadi pemimpin bangsa, tokoh agama, bahkan tokoh masyarakat, ” pungkasnya

Sebelumnya, Bupati Pangandaran Hjh Citra Pitriyami berpesan agar menjadikan kegiatan yang dirangkaikan dengan wisuda santri agar menjadikan momen ini bukan hanya menjadi sarana untuk para santri, ustadz dan wali santri untuk meluapkan kegembiraan saja. “Akan tetapi jauh dari itu mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum menguatkan komitmen kita semua untuks senantiasa melakukan pembinaan terhadap generasi emas bangsa ini, dan kelas mereka akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi sumber daya insan yang berani, sehat, cerdas, ceria, berkualitas dan berakhlakul mulia untuk memajukan kabupaten Pangandaran, ” ungkap Bupati.

Bupati menegaskan keberpihakannya dalam bidang keagamaan dan pondok pesantren seperti program Satu Desa Satu Hafidz, dan telah memberikan bantuan hibah pondok pesantren, termasuk ke Pondok Pesantren Riyadlussharfi Walmantiq Babakan Jamanis Parigi yang disambut baik oleh pimpinan pondok, KH. Udin Nawawi, S. Sy, MM beserta jajaran. (Didah) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |