Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati Morowali Serukan Kolaborasi Keberlanjutan Jaga Kelestarian Lingkungan

1 week ago 5

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Lingkungan Hidup memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar upacara yang dipusatkan di Lapangan Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pesatnya perkembangan industri di Kabupaten Morowali.

Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Camat Bahodopi, perangkat Desa Labota, perwakilan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri, tokoh masyarakat, serta komunitas peduli lingkungan. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim", Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus mengambil bagian dalam aksi nyata untuk menjaga bumi dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Dalam sambutannya, Bupati Iksan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menyebut keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan.

"Kolaborasi keberlanjutan menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan, " tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Iksan mengungkapkan bahwa setelah program penertiban bahu jalan selesai dilaksanakan, Pemerintah Kabupaten Morowali akan memfokuskan perhatian pada gerakan penanaman pohon secara masif mulai tahun 2027. Program tersebut direncanakan berjalan melalui sinergi dengan perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri Bahodopi sebagai bagian dari upaya penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan.

Selain itu, ia menegaskan bahwa upaya penanganan sampah tidak hanya dilakukan di wilayah daratan, tetapi juga mencakup kawasan pesisir dan laut. Menurutnya, kebersihan lingkungan harus dijaga secara menyeluruh agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Bupati juga berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Morowali terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya terkait pengelolaan limbah, pelaksanaan program penghijauan, serta optimalisasi pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk kegiatan lingkungan hidup.

Pada kesempatan tersebut, turut diperkenalkan Bank Sampah Mesau, sebuah fasilitas pengelolaan sampah anorganik terpadu yang dikembangkan untuk mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Kehadiran bank sampah ini diharapkan mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi memiliki nilai ekonomis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Bupati Morowali bersama unsur Forkopimda dan perwakilan perusahaan, dilanjutkan aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar Desa Labota. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan Morowali yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |