BITUNG –Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE apresiasi atas terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kota Bitung bersama masyarakat Kota Bitung di Mesjid Agung Nurul Huda di kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Jumat (13/03).
Kedatangan Gubernur Bersama Ibu Ny. Anik Fitri Wandriani disambut Walikota Bitung Hengky Honandar SE dan Wakil Wali Kota Randito Maringka S.Sos.
Dalam sambutannya, Gubernur menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antara Pemerintah dan Masyarakat.
Suasana kebersamaan seperti ini kata Gubernur sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Bitung merupakan salah satu contoh daerah yang mampu menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Bitung dikenal sebagai kota yang masyarakatnya hidup rukun meskipun berasal dari berbagai suku dan agama. Toleransi ini harus terus dijaga, ” ujarnya.
Selain menyoroti kerukunan masyarakat, Gubernur juga memaparkan capaian positif di sektor ekonomi.
Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung saat ini menjadi yang tertinggi di Sulawesi Utara.
“Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara berada di angka sekitar 5, 36 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Bitung mencapai sekitar 7 persen. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 5, 33 persen, ” jelas Jendral Bintang Dua ini.
Gubernur optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Bitung akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan dukungan program pemerintah Kota, Provinsi, dan Pusat, Saya bisa menargetkan pertumbuhan Ekonomi Bitung dapat mencapai sekitar 8 persen pada tahun 2028, ” katanya.
Salah satu faktor yang diyakini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi menurut salah satu Ahli Perang ini adalah pembukaan jalur ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung menuju China.
“Dengan jalur tersebut, kapal dari Bitung tidak perlu lagi melakukan transit di Surabaya, Makassar, atau Jakarta sebelum menuju pasar internasional. Kapal bisa langsung berangkat dari Bitung ke China, distribusi logistik akan lebih cepat dan biaya pengiriman bisa lebih efisien. Ini akan berdampak besar pada perdagangan di daerah ini, ” jelasnya.
Gubernur juga menjelaskan bahwa ada tiga sektor utama yang akan menjadi penggerak ekonomi Bitung ke depan. Ketiga sektor tersebut adalah perikanan, perdagangan dan Logistik pelabuhan, serta sektor pertambangan rakyat.
“Jika ekonomi tumbuh, pendapatan Daerah Meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga akan ikut meningkat, ” tutupnya.
(***)









































