BARRU - Forum Masyarakat Sipil (FORMASi-Barru) yang diketuai Ilham Islandar melancarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru terkait dugaan ketimpangan perhatian terhadap proyek pembangunan masjid.
Ilham menyoroti kontras mencolok antara dukungan masif dan atensi pejabat untuk Masjid yang dibangun pihak swasta, dengan kondisi Masjid yang dibangun oleh pemerintah sendiri, terutama yang berlokasi di Lasinri, yang dinilai tidak jelas nasib keberlanjutannya.
Kritik ini memuncak setelah Wakil Bupati (Wabup) Barru, diketahui melakukan kunjungan dan pengecekan kesiapan di Masjid Zam Zam (Baiturrahman H. Lawe Zam Zam Centre) yang berlokasi di Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru.
"Kami mempertanyakan urgensi kunjungan Wakil Bupati ke Masjid Zam Zam yang jelas-jelas dibangun oleh pihak swasta, " tegas Ilham.
"Masa pejabat publik daerah harus diundang oleh swasta untuk datang mengecek kesiapan? Ini menunjukkan adanya fokus yang kurang tepat dari pemerintah daerah", tandasnya.
Menurut Ilham kunjungan tersebut, terutama menjelang peresmian, memberikan kesan seolah-olah Pemkab terlalu mengistimewakan proyek swasta, sementara masih banyak masalah infrastruktur keagamaan milik pemerintah yang terbengkalai.
Poin kritik utama FORMASi-Barru adalah perbandingan perhatian yang diterima Masjid Zam Zam di Mangempang dengan kondisi Masjid yang dibangun oleh pemerintah di wilayah Lasinri.
"Di satu sisi, Masjid swasta mendapat atensi penuh, bahkan sampai Wapub harus turun tangan mengecek hal teknis. Di sisi lain, bagaimana dengan nasib Masjid yang dibangun menggunakan dana pemerintah di Lasinri? Upaya keberlanjutannya tidak jelas, terkesan dibiarkan, " kata Ilham.
FORMASI mendesak Pemkab Barru untuk mengevaluasi ulang skala prioritasnya. Mereka menuntut kejelasan mengenai anggaran dan langkah konkret untuk memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur keagamaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah dapat diselesaikan dan berfungsi secara optimal untuk masyarakat, sebelum memberikan perhatian berlebihan pada inisiatif swasta.
"Pemerintah seharusnya fokus pada kewajibannya menuntaskan dan memfungsikan aset milik daerah. Jangan sampai perhatian yang berlebihan pada masjid swasta menimbulkan kesan adanya tebang pilih atau mengabaikan proyek pembangunan masjid yang seharusnya menjadi tanggung jawab utama Pemkab di Lasinri, " tutup Ilham.




































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)

