Densus 88 Perkuat Deradikalisasi Lewat Pelatihan Servis AC, Gandeng Kemensos dan Astra di Sumbar

3 weeks ago 16

 Padang, Sumbar – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme melalui program pemberdayaan ekonomi. Bersama Kementerian Sosial dan PT Astra International Tbk, Densus 88 membuka Pelatihan Servis AC Batch ke-77 bagi mitra binaan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Pelatihan yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Padang tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah di Pulau Sumatra sebagai bagian dari program pembinaan dan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Direktur Identifikasi dan Sosialisasi Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H., mengatakan program kewirausahaan tersebut merupakan langkah strategis untuk membekali para mitra dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang menjanjikan.

“Keahlian servis AC memiliki prospek pasar yang sangat besar. Hampir setiap rumah, kantor, tempat usaha, hingga rumah ibadah menggunakan AC. Ini menjadi peluang usaha yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kemandirian ekonomi, ” kata Brigjen Pol Arif saat membuka kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga sikap dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah menjaga akhlak, kejujuran, dan kualitas pelayanan. Kepercayaan pelanggan merupakan modal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan, ” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Densus 88 juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung program pemberdayaan dan reintegrasi sosial, termasuk Kesbangpol, Kemensos, serta PT Astra International Tbk.

Kerja sama lintas sektor tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung berbagai program pembinaan, termasuk pemulihan anak-anak deportan dari Suriah dan anak-anak yang terpapar paham radikal melalui media sosial.

Selain pelatihan teknis, Densus 88 menekankan pentingnya pendampingan pascapelatihan. Satgaswil Densus 88 Sumatra Barat diharapkan dapat membantu para alumni mengakses peluang kerja maupun jasa perawatan AC di berbagai instansi dan lingkungan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi sumber penghasilan yang produktif dan berkelanjutan.

Brigjen Pol Arif menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui pemberdayaan ekonomi merupakan bagian penting dari strategi penanggulangan terorisme yang diterapkan di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam menekan aksi terorisme dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari penguatan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dan gotong royong dalam membangun kemandirian masyarakat. Kami ingin para mitra memiliki masa depan yang lebih baik, produktif, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya, ” tegasnya.

Melalui program pembinaan berkelanjutan tersebut, Densus 88 berharap para peserta dapat memiliki keterampilan yang siap digunakan di dunia kerja sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap pengaruh paham radikalisme.

(Berry)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |