Dakwah dan Budaya di Haurgeulis Perkuat Nilai Keagamaan dan Kearifan Lokal

14 hours ago 8

INDRAMAYU — Kegiatan “Dakwah dan Budaya” digelar di Alun-Alun Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini memadukan nilai-nilai keagamaan dengan budaya dan kearifan lokal untuk memperkuat karakter, persaudaraan, dan persatuan masyarakat.

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan tokoh agama, tokoh budaya, masyarakat, serta unsur TNI dan Polri. Rangkaian acara dikemas dalam nuansa religius dan kebudayaan untuk menyampaikan pesan moral sekaligus mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat.

Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Jawa Barat. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda mengenal dan mencintai budaya daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Inf Dadang Iskandar menilai dakwah dan budaya dapat berjalan beriringan dalam membentuk masyarakat yang santun, saling menghargai, mencintai budaya bangsa, dan berpegang teguh pada ajaran agama.

Menurutnya, kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat. Koramil 1615/Haurgeulis berkomitmen mendukung kegiatan positif yang dapat mempererat persatuan serta menciptakan situasi aman, tertib, dan kondusif.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menilai pendekatan budaya dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Nilai kebaikan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap santun, saling menghormati, dan mencintai tanah air.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan negara sekaligus memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., menekankan pentingnya pelestarian budaya yang berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai kebangsaan. Perpaduan budaya, agama, dan semangat kebangsaan dinilai dapat melahirkan masyarakat berkarakter kuat serta menjunjung tinggi persatuan.

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menilai kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembentukan karakter manusia. Nilai agama, budaya, dan kearifan lokal harus menjadi fondasi untuk melahirkan generasi berakhlak, santun, cinta tanah air, dan mampu menjaga persatuan.

Kegiatan Dakwah dan Budaya tersebut mencerminkan sinergi masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, TNI, dan Polri dalam menghadirkan ruang publik yang edukatif dan religius. Informasi kegiatan juga didukung media jaringan yang terintegrasi hingga jajaran Kodam III/Siliwangi agar pesan mengenai kerukunan, pelestarian budaya, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, dakwah diharapkan menjadi jalan untuk menyebarkan kedamaian, sedangkan budaya menjadi perekat persaudaraan. Semangat yang terbangun diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk merawat budaya, memperkuat keimanan, menjaga persatuan, dan membangun peradaban. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |