China Pimpin Inovasi Global, Robotika dan Energi Hijau Kunci Ekonomi Masa Depan

7 hours ago 7

BOWO - Dalam lanskap ekonomi global yang terus berubah, China telah memantapkan dirinya sebagai kekuatan dominan, terutama di sektor robotika dan energi hijau. Menurut Jack Perry, Chairman 48 Group, kedua bidang ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan fondasi vital bagi perekonomian masa depan.

"Laju pengembangan teknologi dan inovasi China dalam beberapa tahun terakhir sungguh luar biasa, " ujar Perry dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua pada Selasa (24/3/2026), di sela-sela Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia (BFA) di Provinsi Hainan.

Perry menjelaskan bahwa strategi China yang berfokus pada pembangunan berkualitas tinggi dan kekuatan produktif berkualitas baru secara strategis menargetkan sektor manufaktur kelas atas. Langkah ini mendorong pertumbuhan yang digerakkan oleh teknologi dan secara signifikan meningkatkan posisi China dalam rantai nilai global.

Perjalanan China dari pemain teknologi yang tertinggal menjadi pemimpin global yang diakui adalah bukti nyata dari kemajuan luar biasa yang telah dicapai. Negara ini kini secara aktif membentuk kembali peta jalan inovasi di seluruh dunia.

Pesatnya peningkatan kapabilitas teknologi China tidak luput dari perhatian investor global. Mereka melihat stabilitas jangka panjang dan potensi pertumbuhan yang menjanjikan di pasar Tiongkok.

"China membangun kemampuan kelas dunia di berbagai industri. Bagi mereka yang mengupayakan penciptaan kekayaan lintas generasi, China Daratan tetap menjadi tujuan utama bagi investasi jangka panjang, " tegas pengusaha Inggris ini.

Lebih lanjut, Perry menyoroti evolusi konsep keterbukaan China. Kini, bukan hanya merek-merek Tiongkok yang mendunia, tetapi juga merek-merek global yang lahir, dikembangkan, dan diluncurkan dari China.

Transformasi dari "buatan China" menjadi "diciptakan di China, dikembangkan di China, dijual oleh China" memberikan negara itu kendali yang lebih kuat atas pasar akhir dan rantai pasokan global.

Dalam ranah teknologi tinggi, Perry menekankan krusialnya regulasi kecerdasan buatan (AI). Ia menyuarakan dukungan kuatnya terhadap Inisiatif Tata Kelola AI Global yang diusulkan oleh China, mengingat isu-isu sensitif seperti data, privasi, aset digital, dan aplikasi keuangan yang melintasi batas negara.

"Dunia harus bekerja sama untuk menetapkan aturan AI, " serunya, menekankan pentingnya dialog dan pedoman bersama untuk mencegah penyalahgunaan dan perkembangan AI yang tidak terkendali.

Perry juga menggarisbawahi peran sentral Asia yang semakin meningkat sebagai penggerak utama ekonomi global. Keunggulan geografis, klaster industri yang kuat, dan pasar yang dinamis di kawasan ini terus menarik perhatian dan investasi global.

Ia mendorong negara-negara Asia untuk terus memperkuat ikatan ekonomi, belajar dari pengalaman integrasi ASEAN, dan memanfaatkan mekanisme seperti Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) untuk meredakan hambatan perdagangan serta menahan dampak proteksionisme.

"Tidak ada negara yang dapat berkembang sendirian di dunia yang penuh ketidakpastian ini. Kerja sama regional dan multilateral tidak tergantikan, " tegasnya.

Sebagai pendukung kuat multilateralisme, China dinilai memberikan stabilitas dan kepercayaan pada ekonomi global. Perry menambahkan bahwa China selalu terbuka dan mendukung pertumbuhan bersama.

Meskipun gesekan antarnegara besar mungkin terjadi, Perry yakin bahwa siklus ekonomi akan terus berputar dan kerja sama pada akhirnya akan menjadi pemenang.

Menatap masa depan, Perry optimis terhadap kerja sama internasional dan pembangunan berkelanjutan di China.

"Inovasi dan keterbukaan China akan terus memimpin industri masa depan... Hanya dengan menolak pemikiran menang-kalah, meningkatkan dialog, dan bekerja sama, masyarakat internasional dapat mengatasi ketegangan geopolitik, dan membangun tatanan ekonomi global yang lebih adil, inklusif, dan stabil, " pungkasnya. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |