MOROWALI, Sulawesi Tengah– Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Morowali, Pemerintah Kecamatan Bungku Barat menaruh perhatian serius terhadap hubungan antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Hal itu ditegaskan langsung oleh Camat Bungku Barat, Muhdar Da’ami SH, saat berbincang santai bersama sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Muhdar banyak menyinggung dinamika sosial yang berkembang di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran perusahaan di Bungku Barat telah membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan sosial yang perlu dikelola secara bersama-sama.
Ia menilai, perkembangan investasi dan aktivitas industri harus dibarengi dengan kepedulian terhadap masyarakat lokal. Sebab, perusahaan yang beroperasi di suatu wilayah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di sekitarnya.
“Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan ini seharusnya memiliki perhatian khusus terhadap masyarakat sekitar. Karena bagaimanapun mereka hidup berdampingan dan bekerja di wilayah masyarakat, ” ujar Muhdar.
Menurutnya, hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, perusahaan, serta masyarakat harus terus diperkuat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan baik.
Muhdar mengungkapkan, pemerintah kecamatan selama ini terus berupaya menjembatani komunikasi dengan berbagai pihak demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia tidak menampik bahwa perkembangan kawasan industri membawa beragam persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius.
“Kita tentu ingin daerah ini tetap aman dan kondusif. Karena kalau ada persoalan-persoalan kecil yang tidak diselesaikan dengan baik, itu bisa berkembang menjadi masalah yang lebih besar, ” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya perusahaan memperhatikan kondisi sosial masyarakat, termasuk membuka ruang komunikasi dan memperhatikan isu-isu yang berkembang di lingkungan sekitar. Menurut Muhdar, perusahaan tidak hanya dituntut menjalankan aktivitas usaha semata, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat lokal.
“Setiap perusahaan tentu punya aturan dan ketentuan sesuai undang-undang. Tapi di sisi lain, perusahaan juga harus memperhatikan kondisi masyarakat dan persoalan-persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar, ” tambahnya.
Muhdar mengatakan, berbagai persoalan yang muncul tidak bisa diselesaikan hanya dengan pembicaraan tanpa langkah nyata. Menurutnya, perlu adanya program-program konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kita harus sama-sama berusaha mencari jalan keluar. Persoalan yang ada perlu dibahas bersama supaya bisa menemukan solusi yang baik. Kalau kita mau menyelesaikan persoalan, tentu harus ada program yang dipersiapkan. Jadi bukan hanya bicara saja, tetapi bagaimana langkah dan program yang akan dilakukan ke depan, ” tegasnya.
Sebagai pimpinan wilayah, Muhdar mengaku terus mendorong terciptanya sinergi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga hubungan yang harmonis agar iklim investasi tetap berjalan baik tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lokal.
Tak hanya berbicara soal sosial dan pembangunan, Muhdar juga memberi perhatian besar terhadap persoalan lingkungan hidup. Sebagai mantan pejabat di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali, ia mengaku isu lingkungan menjadi salah satu fokus utama selama memimpin Kecamatan Bungku Barat.
Ia pun mengungkapkan rencananya untuk menggandeng perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Bungku Barat baik tambang (BTIIG/IHIP) dan Perkebunan Kelapa Sawit dan lain-lain untuk terlibat dalam program penghijauan kawasan industri. Program tersebut direncanakan melalui penanaman pohon di sepanjang jalan poros kecamatan guna menciptakan kawasan yang lebih hijau, asri, dan nyaman.
Menurut Muhdar, pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan sangat diperlukan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup.
“Insya Allah ke depan kita akan menggandeng perusahaan untuk bersama-sama melakukan penghijauan di sepanjang jalan poros wilayah Bungku Barat. Karena urusan lingkungan juga menjadi perhatian utama kami, ” pungkasnya.

















































