MOROWALI, Sulawesi Tengah– Memasuki dunia perguruan tinggi menjadi babak baru bagi generasi muda untuk menata masa depan. Di tengah semangat menyambut kehidupan kampus, mahasiswa baru PSDKU Universitas Tadulako (Untad) Morowali diingatkan agar tidak salah memilih pergaulan dan menjauhi narkoba yang dapat menghancurkan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Setda Morowali, Bambang S. Soerodjo, M.Si, saat menghadiri pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung PSDKU Untad Morowali, Kamis (6/8/2026).
Bambang hadir mewakili Bupati Morowali. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ia mengajak 95 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB untuk menjadikan bangku kuliah sebagai kesempatan membangun kompetensi, karakter dan masa depan.
Menurutnya, masa perkuliahan bukan hanya tentang mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk pola pikir, memperluas wawasan, membangun jaringan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Ia pun meminta mahasiswa baru untuk memiliki rasa percaya diri dan tidak memandang rendah diri hanya karena menempuh pendidikan di kampus yang berada di daerah.
"Jangan pernah merasa minder. Yang menentukan masa depan bukan dari mana kita kuliah, tetapi bagaimana kita memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Ketika memasuki dunia kerja, yang dinilai adalah kompetensi dan kemampuan, bukan asal kampusnya, " ujar Bambang.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah persaingan dunia kerja yang semakin terbuka. Bambang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat diandalkan.
Ia berharap mahasiswa mampu mengembangkan potensi masing-masing, aktif mengikuti kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, serta berani mengambil kesempatan untuk belajar dan berkarya.
"Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan ijazah. Jadikan proses perkuliahan sebagai kesempatan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing, " pesannya.
Bambang juga menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan investasi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, mahasiswa Morowali diharapkan dapat menjadi bagian penting dari pembangunan daerah di masa mendatang.
Lulusan perguruan tinggi, kata dia, memiliki banyak pilihan untuk mengabdikan diri. Mereka dapat menjadi aparatur sipil negara, tenaga profesional, akademisi, maupun pelaku usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, di balik pesan tentang pentingnya pendidikan, Bambang memberikan perhatian khusus terhadap ancaman narkoba.
Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan, pergaulan maupun ajakan yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, masa muda merupakan fase penting dalam menentukan arah kehidupan. Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus dijaga dengan baik dan tidak boleh dikorbankan hanya karena salah memilih pergaulan.
"Jangan sampai masa depan yang sedang kalian bangun harus hancur karena narkoba. Jaga diri, jaga pergaulan dan fokus pada cita-cita, " tegasnya.
Bambang berharap mahasiswa memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba dan berbagai bentuk penyalahgunaan zat terlarang.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengisi masa muda dengan kegiatan positif, memperbanyak pengalaman, memperkuat kemampuan dan membangun prestasi.
Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB PSDKU Untad Morowali, Mahfud Supu, SE., M.Si, mengatakan kegiatan PKKMB menjadi momentum penting untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
PKKMB tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan lingkungan kampus, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai sistem pembelajaran, kurikulum, aplikasi akademik serta kelembagaan kemahasiswaan.
"PKKMB ini menjadi bagian dari proses awal mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik dan mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang mandiri, " jelas Mahfud.
PKKMB PSDKU Untad Morowali Tahun Akademik 2026/2027 mengusung tema "Berilmu, Berkarya, dan Berdampak".
Sebanyak 95 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari tiga program studi, yakni Manajemen sebanyak 65 mahasiswa, Teknik Sipil 22 mahasiswa dan Agroteknologi sebanyak 8 mahasiswa.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 7 hingga 8 Agustus 2026. Berbagai materi diberikan kepada mahasiswa baru melalui metode ceramah, diskusi dan simulasi.
Materi tersebut mencakup pengenalan kurikulum, sistem pembelajaran, penggunaan aplikasi akademik hingga pengenalan kelembagaan kemahasiswaan.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Muh Hiban Toana, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa baru yang telah memilih PSDKU Untad Morowali sebagai tempat menimba ilmu.
Ia berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan berbagai kebijakan akademik yang tersedia guna mendukung kelancaran dan percepatan masa studi.
Pembukaan PKKMB berlangsung penuh antusias. Para mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat, sebelum secara simbolis dilakukan pemasangan atribut mahasiswa baru kepada perwakilan peserta.
Momentum tersebut menjadi tanda dimulainya perjalanan akademik 95 mahasiswa baru PSDKU Untad Morowali.
Di hadapan para mahasiswa, pesan Bambang Soerodjo menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju masa depan tidak cukup hanya dengan menjadi mahasiswa. Dibutuhkan ketekunan, keberanian, disiplin dan kemampuan menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.
Sebab, di balik setiap bangku kuliah, tersimpan harapan besar agar generasi muda Morowali kelak tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi generasi yang berilmu, berkarya, berdaya saing dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.


















































