ATR/BPN Gunakan Feedback Kompetensi untuk Arahkan Pengembangan Pegawai

3 hours ago 3

JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan hasil penilaian kompetensi pegawai. Penilaian tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetahui kemampuan individu, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Umpan Balik (Feedback) Pemetaan Kompetensi Pegawai yang dilaksanakan di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (19/8).

Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Kementerian ATR/BPN, Heri Mulianto, mengatakan hasil penilaian kompetensi para pegawai telah dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Kompetensi (SINTEN). Melalui sesi feedback, pegawai diberikan kesempatan memahami kondisi kompetensinya sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu dikembangkan.

“Hasil penilaian kompetensi sudah kita masukkan ke dalam SINTEN (Sistem Informasi Kompetensi). Sesi Feedback ini menjadi momentum yang baik untuk arah pengembangan ke depan Bapak/Ibu seperti apa, ” ujar Heri.

Menurutnya, pemetaan tersebut mencakup kompetensi manajerial, sosial kultural, maupun aspek teknis. Dengan mengetahui kekuatan dan kesenjangan kompetensi, pegawai dapat menentukan langkah pengembangan yang lebih tepat sesuai standar kompetensi jabatan yang dipersyaratkan.

Hasil feedback selanjutnya akan menjadi salah satu dasar penyusunan Individual Development Plan (IDP). Melalui IDP, kebutuhan pelatihan dan bentuk pengembangan kompetensi dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pegawai.

“Ini juga membantu pegawai melihat standar kompetensi yang dipersyaratkan pada jabatannya. Pegawai dapat mengetahui kompetensi yang masih dimiliki dan langkah yang perlu dilakukan untuk memenuhinya, ” jelas Heri.

Ia menambahkan, penilaian kompetensi tidak semata-mata menggambarkan kondisi pegawai saat ini, tetapi juga membantu menentukan arah yang hendak dicapai serta langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai standar kompetensi tersebut.

Dalam kegiatan ini, pegawai yang sebelumnya telah mengikuti penilaian kompetensi pada saat Pelatihan Dasar (Latsar) tahun 2025 mengikuti sesi one on one bersama asesor aparatur.

Pada 19 Agustus 2026, sebanyak 18 pegawai mengikuti sesi tersebut. Sementara itu, 13 pegawai lainnya mengikuti sesi asesmen pada Kamis (20/8/2026).

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian ATR/BPN, Budi Santosa, menyebut Feedback Penilaian Kompetensi menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi organisasi sekaligus mempersiapkan kapasitas pegawai menghadapi perubahan kebutuhan organisasi.

Pengembangan kompetensi tersebut semakin relevan seiring penerapan sistem Organisasi Berbasis Wilayah di lingkungan Kantor Pertanahan yang diluncurkan pada Senin (17/8) di Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Menurut Budi, penerapan Organisasi Berbasis Wilayah membawa konsekuensi terhadap penataan jabatan sekaligus kebutuhan kompetensi pegawai. Karena itu, pemetaan kompetensi menjadi momentum untuk memastikan kesiapan SDM menghadapi pola kerja dan struktur organisasi yang baru.

“Ini jadinya Kepala Seksi di Kantah terbagi ke dalam 6 wilayah sesuai kapasitas dari Kantah masing-masing. Ini bisa menjadi momentum dalam mempersiapkan kebutuhan tersebut melalui penilaian kompetensi pegawai ini, ” kata Budi.

Melalui pemanfaatan hasil penilaian kompetensi secara berkelanjutan, Kementerian ATR/BPN diharapkan mampu membangun SDM yang semakin kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Langkah tersebut sekaligus mendukung terwujudnya transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |