JAKARTA - Momentum kemenangan Idul Fitri 2026 menjadi pijakan bagi Pemerintah Indonesia untuk menggerakkan roda perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan bahwa berbagai strategi proaktif, mulai dari pemberian diskon meriah hingga kebijakan kerja fleksibel work from anywhere (WFA), serta penyaluran bantuan sosial yang merata, diyakini akan menjadi katalisator utama dalam mendorong aktivitas ekonomi.
“Kita berpuasa 30 hari dan tentunya makna kemenangan ini juga berkaitan dengan ekonomi. Pemerintah membuat banyak program, termasuk diskon, kemudian mendorong mobilitas melalui work from anywhere, dan juga berbagai program termasuk bantuan pangan, bantuan sosial, ” ujar Airlangga saat menggelar acara open house Idul Fitri di kediamannya di kawasan Widya Chandra, Jakarta, pada Sabtu (21/03/2026).
Ia menambahkan, harapan besar disematkan pada program-program tersebut untuk mampu meningkatkan pergerakan dan daya beli masyarakat. Diharapkan, sinergi antara peningkatan mobilitas dan konsumsi ini akan berujung pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
“Dan kita berharap bahwa dengan momentum kemenangan ini kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 5, 5 persen, ” ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah memang telah menggulirkan serangkaian insentif menarik untuk memantik mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. Salah satu yang paling dinanti adalah potongan harga signifikan pada sektor transportasi, termasuk tarif jalan tol.
Program keringanan biaya perjalanan ini mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat udara, kereta api, angkutan laut, hingga transportasi darat. Tujuannya tak lain adalah untuk mempermudah masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik.
Detailnya, tiket kereta api dan angkutan laut diberikan diskon hingga sekitar 30 persen. Tak hanya itu, masyarakat juga menikmati pembebasan tarif jasa penyeberangan dan potongan harga tiket pesawat yang berkisar antara 17-18 persen. Alokasi anggaran untuk insentif transportasi ini diperkirakan menyentuh angka lebih dari Rp900 miliar, yang bersumber dari APBN serta dukungan non-APBN.
Di sisi lain, untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, Pemerintah juga memastikan penyaluran bantuan pangan bagi puluhan juta keluarga penerima manfaat. Bantuan ini hadir dalam bentuk paket kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng, yang akan didistribusikan untuk periode dua bulan kepada lebih dari 35 juta keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga tak lupa menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat, sembari mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gejolak global, terutama terkait fluktuasi harga minyak mentah dunia.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, dan dalam suasana ini, tentu kita berharap kita bersama-sama menghadapi gejolak krisis minyak ke depan, ” tuturnya.
Acara open house tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh terkemuka, termasuk Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Anindya Novyan Bakrie, tokoh industri Ilham Habibie, serta sejumlah kader Partai Golkar dan anggota Pengurus Besar Wushu Indonesia. (PERS)









































