OPINI - Kursi-kursi empuk eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru kini tengah diperebutkan.
Sebanyak 32 peserta terjaring dalam tahapan wawancara Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang digelar di Makassar, pada Jumat (19/12/2025).
Namun, di balik narasi Sistem Merit yang diusung, publik kini melayangkan tanya, apakah ini murni kompetensi atau sekadar bagi-bagi kursi?
Lelang jabatan kali ini mencakup 12 posisi strategis mulai dari sektor keuangan (Bapenda), infrastruktur (PUTRPKP), hingga pendidikan.
Angka 12 posisi ini bukanlah jumlah yang sedikit, melainkan jantung penggerak pelayanan publik di "Bumi Hibrida".
Ujian Berat Panitia Seleksi
Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Jufri Rahman yang juga menjabat Sekprov Sulsel, menegaskan bahwa proses ini adalah upaya memastikan objektivitas.
Penilaian Pansel nantinya akan diserahkan kepada Bupati Barru sebagai pengambil keputusan akhir.
"Hasil penilaian Pansel akan menjadi dasar rekomendasi yang disampaikan kepada Bupati Barru, " ujar Jufri.
Namun, di sinilah titik kritisnya. Meskipun Pansel bekerja secara teknis, keputusan akhir tetap berada di tangan Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Publik tentu berharap rekomendasi Pansel tidak hanya menjadi dokumen pelengkap untuk memuluskan nama-nama yang sudah dikantongi sebelumnya.
Menanti Inovasi, Bukan Sekadar "Asal Bapak Senang"
Jabatan yang dilelang bukanlah posisi sembarangan. Sektor-sektor seperti Dinas Pendidikan, PUTRPKP, hingga BKPSDM membutuhkan pemimpin yang berani melakukan terobosan, bukan sekadar birokrat yang bermain aman.
- Tantangan Ekonomi: Dengan dilelangnya jabatan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan PMPTSP, sejauh mana pejabat baru mampu menarik investasi ke Barru?
- Efisiensi Anggaran: Kepala Bapenda yang baru dituntut mampu menggenjot PAD tanpa mencekik rakyat.
Jufri Rahman menyatakan harapannya agar seleksi ini melahirkan pemimpin inovatif.
"Kami berharap hasil penilaian ini memberikan rekomendasi terbaik agar roda pemerintahan berjalan lebih optimal, " pungkasnya.
Menanti Akhir "Drama" Seleksi
Setelah tahapan wawancara ini usai, bola panas kini berada di tangan pimpinan daerah.
Apakah nama-nama yang muncul nanti benar-benar merepresentasikan nilai tertinggi dari tim penguji, atau justru mereka yang memiliki kedekatan politis?
Publik Barru kini menunggu. Bukan sekadar menunggu nama baru di papan struktur organisasi, melainkan menunggu perubahan nyata pada layanan publik yang selama ini mungkin masih dianggap jalan di tempat.
Barru, Ahad 21 Desember 2025
Penulis : Ahkam (Jurnalis Warta.co.id)

































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382025/original/028973600_1760525453-IMG_6059.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248817/original/035812400_1749619646-499673275_122128448780803027_1853099732150192080_n.jpg)