LANNY JAYA - Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY). Personel Pos Titik Kuat (TK) Andugume hadir di tengah suasana duka masyarakat Kampung Andugume, Distrik Wanobarat, Kabupaten Lani Jaya, Papua Pegunungan, dengan memberikan bantuan sembako sekaligus mengikuti prosesi adat Bakar Batu sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Weyautang Telenggeng, tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Lani Jaya yang wafat di usia sekitar 53 tahun, Sabtu (4/7/2026).
Sebanyak 24 personel Satgas diterjunkan untuk membantu keluarga yang berduka. Selain menyerahkan bantuan berupa beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya, para prajurit juga membaur bersama masyarakat dalam menyiapkan hingga menyukseskan prosesi adat Bakar Batu yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Papua.
Komandan Pos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han)., mengatakan kehadiran prajurit TNI merupakan bentuk empati sekaligus komitmen untuk selalu berada di tengah masyarakat, tidak hanya dalam situasi keamanan, tetapi juga saat warga menghadapi musibah.
"Kami hadir untuk menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Bantuan yang kami berikan merupakan bentuk kepedulian, sedangkan keterlibatan prajurit dalam tradisi Bakar Batu adalah wujud penghormatan kami terhadap adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat Papua. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI adalah bagian dari keluarga mereka, " ujar Kapten Inf Aditya Tri Prasetya.
Menurutnya, menjaga hubungan baik dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas Satgas selama melaksanakan pengamanan di wilayah Papua.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., mengapresiasi langkah personel Pos TK Andugume yang dinilai mampu menunjukkan sisi humanis seorang prajurit TNI.
"TNI lahir dari rakyat, mengabdi untuk rakyat, dan akan selalu bersama rakyat. Apa yang dilakukan prajurit di Andugume merupakan implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Dalam suasana duka, kehadiran prajurit bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan, " tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Selama prosesi berlangsung, personel Satgas membantu menyiapkan bahan makanan, mengikuti seluruh rangkaian adat Bakar Batu, hingga mendistribusikan makanan kepada keluarga almarhum dan masyarakat yang hadir.
Kehadiran prajurit mendapat sambutan hangat dari keluarga besar almarhum. Pendeta Herianus Telenggeng, mewakili keluarga, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Satgas Yonif 742/SWY.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian bapak-bapak TNI yang hadir bersama kami dalam suasana duka. Kehadiran mereka, termasuk ikut menghormati tradisi adat Bakar Batu, menjadi bukti bahwa hubungan antara masyarakat dan TNI terjalin seperti keluarga, " ungkap Pendeta Herianus.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Melalui aksi kemanusiaan tersebut, Satgas Yonif 742/SWY kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat Papua melalui pendekatan humanis, penghormatan terhadap budaya lokal, serta kepedulian sosial yang menjadi bagian dari pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.
(PERS)

















































