JENEPONTO, SULSEL - Menjelang Hari Jadi Kabupaten Jeneponto yang ke-163, warga memadati kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jeneponto, Senin (20/4/2026).

Dari pantauan media ini, sejak tadi pagi pukul 8.30 hingga pukul 15.00 WITA, warga terus berdatangan hingga berdesakan mencari tempat duduk. Bahkan, nyaris disetiap sudut kantor tak ada ruang kosong diisi orang-orang sambil berdiri menunggu antrian.
Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Mustaufiq mengatakan, sejak pasca lebaran idul fitri 1447 H, hingga sampai saat ini warga/pemohon terus membludak.
Hal ini, kata Mustaufiq tingginya tingkat partisipasi masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Dukcapil yang juga semakin membaik.
"Setiap hari kita kebanjiran warga, permintaan pemohon (warga) itu beda-beda. Ada yang perekaman, ada yang mengurus, KK, KTPel, KIA, dan Akte Kelahiran anak, " katanya.
Selain itu, ada pula yang mengurus akte kematian, surat pindah keluar domisili dan pindah datang.
Dikatakan, Mustaufiq bahwa warga yang datang di kantor didominasi pemula. Mereka yang mau mendaftar TNI dan Polri dan yang mau lanjut ke Perguruan tinggi.
Apalagi menjelang Hari Jadi Jeneponto pelayanan semakin meningkat. "Rata-rata perhari itu kisaran 150 hingga 200 warga yang kita layani dan kebanyakan melakukan perekaman sekaligus kita cetakan KTPnya bagi yang sudah cukup umur, " ujarnya.
Sehingga Kadis Dukcapil tekankan agar tetap memberikan pelayanan maksimal. Disamping itu, memberikan edukasi kepada masyarakat dengan baik dan mudah diterima.
Mustaufiq juga menyampaikan kesiapannya dalam memberikan layanan kepada masyarakat menjelang Hari Jeneponto yang dilaksanakan pada 1 Mei 2026 mendatang.
"Menjelang hari jadi Jeneponto yang ke-163. Kami tetap membuka layanan didua titik. Pelayanan di kantor capil sendiri dan pelayanan di area lokasi pelaksanaan kegiatan jika diijinkan oleh panitia, " katanya.
Bahkan, Mustaufiq memberikan paket bingkisan/hadiah kepada warga yang kelahirannya jatuh pada tanggal, 1 Mei sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah daerah.
"Pucak hari Jadi Jeneponto itu kita memberikan layanan semacam doorprize bagi warga yang lahir 1 Mei, " terangnya.
Terkait ketersediaan blangko KTPel dan tinta ribbon, Mustaufik mengaku belum pernah kekosongan. Namun meski begitu pihaknya tetap melakukan antisipasi kekosongan blangko dan ribbon begitupun kendala-kendala lainnya.
"Kalau pun ada kendala kekosongan blangko dan lain-lain, kadang di luar dari prediksi perhitungan kami untuk pencetakan KTP seperti tahun kemarin, " pungkasnya. (**)





































