Sinergi Cegah Karhutla, Perhutani KPH Bojonegoro Gelar Penyuluhan di Sekitar Area Gas Processing Facility (GPF)

17 hours ago 7

Bojonegoro (27/08/2026) - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro bersama sejumlah instansi terkait menggelar Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sekitar area Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sawitrejo, BKPH Clangap, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan.

Penyuluhan diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Administratur KPH Bojonegoro, Wakil Administratur Bojonegoro Barat, Kapolsek Ngasem beserta anggota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Kepala Desa Bandungrejo, perwakilan Alas Institute, Asper/KBKPH Clangap, KRPH Sawitrejo beserta anggota, KRPH Gledegan, Ketua LMDH Rimba Tani, Ketua LMDH Dukoh Jaya Makmur, serta para penggarap lahan hutan di sekitar area GPF.

Administratur KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Karhutla tidak bisa dicegah hanya oleh Perhutani. Dibutuhkan peran aktif TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa, LMDH, dan seluruh penggarap hutan. Dengan kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, kita dapat menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran, ” ujarnya.

Slamet menambahkan bahwa kawasan hutan di sekitar fasilitas vital nasional memiliki tingkat kerawanan yang perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, Perhutani terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui sosialisasi, patroli rutin, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, faktor penyebab terjadinya kebakaran, serta langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan. Masyarakat juga diingatkan bahwa setiap kejadian kebakaran di kawasan hutan saat ini dapat terdeteksi melalui sistem pemantauan berbasis satelit yang terhubung dengan berbagai instansi terkait.

Perhutani mengimbau para penggarap untuk tidak melakukan pembakaran serasah, ranting, maupun sisa vegetasi saat membersihkan lahan. Selain berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, tindakan tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak ekosistem hutan, serta mengganggu aktivitas operasional fasilitas vital nasional yang berada di sekitar kawasan.

Selain aspek keselamatan, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat tindakan pembakaran di kawasan hutan. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pelaku pembakaran yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana. Untuk itu, masyarakat diminta menghindari segala bentuk aktivitas pembakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun potensi kebakaran.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Ngasem IPTU Mujianto menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya pencegahan Karhutla melalui patroli bersama dan penguatan koordinasi dengan seluruh pihak.

“Kami dari Polsek Ngasem siap bersinergi dengan Perhutani, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan serta penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan. Mari bersama-sama menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan terhindar dari kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar, ” tegasnya.

Melalui penyuluhan ini, Perhutani KPH Bojonegoro berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat bahwa mencegah kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Langkah sederhana seperti tidak membakar lahan dan serasah hutan menjadi tindakan penting dalam menjaga keselamatan masyarakat, melindungi kelestarian sumber daya hutan, serta memastikan keberlangsungan operasional objek vital nasional di sekitar kawasan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme peserta. Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan ramah tamah sebagai wujud penguatan sinergi antara Perhutani, pemerintah, aparat keamanan, lembaga masyarakat desa hutan, dan para penggarap dalam upaya mewujudkan hutan yang aman, lestari, dan bebas dari kebakaran.@Red.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |