SUMENEP – Misteri hilangnya seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Jumaiyah (76), warga Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, akhirnya terungkap tragis. Setelah sempat dilaporkan hilang, korban ditemukan meninggal dunia di dalam sumur miliknya sendiri, Senin (27/4/2026).
Kabar hilangnya Jumaiyah pertama kali dilaporkan oleh pihak keluarga setelah ia tidak ditemukan di rumah. Anak korban, Ahmad Jaka, menyadari ibunya menghilang sejak Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, saat ia keluar rumah tanpa berpamitan ketika keluarga sedang beristirahat.
“Korban dilaporkan hilang karena tidak berada di rumah dan tidak kembali hingga malam hari, ” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S., S.H.
Sebelumnya, keluarga dan warga sempat melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal korban, namun keberadaan Jumaiyah tak kunjung ditemukan. Informasi kehilangan pun sempat disebarluaskan dengan harapan korban segera ditemukan.
Namun harapan itu berubah menjadi duka. Pada Senin pagi sekitar pukul 10.30 WIB, seorang warga bernama Rudiyanto (44), yang hendak memperbaiki pompa air di sumur belakang rumah korban, dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh di dalam sumur.
“Saat dicek, ternyata di dalam sumur terdapat jenazah korban, ” jelas Kompol Widiarti.
Rudiyanto kemudian segera memberitahukan temuan tersebut kepada keluarga korban. Warga pun berdatangan ke lokasi sebelum akhirnya pihak perangkat desa menghubungi Polsek Bluto, puskesmas, dan tim terkait untuk proses evakuasi.
Sekitar pukul 13.58 WIB, jenazah Jumaiyah berhasil dievakuasi dari dalam sumur oleh petugas gabungan.
Dari hasil keterangan saksi, diketahui bahwa sehari sebelumnya, Rudiyanto sempat berada di sekitar sumur tersebut. Ia melihat tutup sumur dalam kondisi tertutup rapi, meski bagian jaring terlihat sedikit terbuka. Namun saat itu ia tidak menaruh kecurigaan.
Korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak ditinggal meninggal oleh suaminya. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban keluar rumah tanpa arah hingga akhirnya terjatuh ke dalam sumur.
Pihak kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Sekretaris Desa Aengdake, Salamet S. (53).
Meski demikian, keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi. Mereka telah mengikhlaskan kepergian Jumaiyah dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.
“Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi dan menyatakan bahwa kejadian ini merupakan takdir, serta tidak ada unsur kesengajaan dari pihak manapun, ” pungkas Kompol Widiarti. (Jon)





































