RSAM Bukittinggi Hadirkan Layanan Kesehatan Berkelas, Poliklinik Eksekutif dan Kemoterapi VVIP Diresmikan

5 days ago 9

Bukittinggi — Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermartabat dan berkeadilan melalui peresmian Poliklinik Eksekutif, ruang rawat VIP–VVIP, serta ruang kemoterapi. Peresmian yang digelar di halaman RSAM Bukittinggi, Kamis (29/01/2026), diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan hari ini harus lebih baik dari kemarin.

“Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal kecanggihan alat, tetapi bagaimana rumah sakit menghadirkan perbaikan dan kebaikan dari waktu ke waktu. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini, ” ujar Mahyeldi.

Ia juga menyoroti masih tingginya angka masyarakat Indonesia, termasuk dari Sumatera, yang memilih berobat ke luar negeri. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada keluarnya dana besar dari daerah dan berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat.

“Ketika masyarakat berobat ke luar negeri, bukan hanya biaya pengobatan yang keluar, tetapi juga potensi ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah provinsi berupaya menghadirkan layanan kesehatan berkualitas di Sumatera Barat agar masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh, ” tegasnya.

Mahyeldi berharap seluruh rumah sakit di Sumatera Barat, baik negeri maupun swasta, tidak menolak pasien, khususnya masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Pemerintah provinsi, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai skema bantuan untuk menjamin hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Direktur RSAM Bukittinggi, drg. Busril, MPH, menyampaikan bahwa peresmian Poliklinik Eksekutif dan ruang kemoterapi VVIP bukan sekadar pembukaan fasilitas fisik, melainkan wujud nyata perubahan paradigma pelayanan kesehatan di RSAM.

“Hari ini bukan hanya meresmikan bangunan, tetapi membuka pintu pelayanan yang lebih bermartabat, lebih manusiawi, dan lebih berkeadilan. Waktu berharga pasien harus dihormati setinggi-tingginya, ” ungkapnya.

Menurut drg. Busril, Poliklinik Eksekutif RSAM dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, nyaman, dan profesional dengan biaya yang tetap terjangkau. Seluruh fasilitas yang digunakan merupakan revitalisasi bangunan lama yang kini ditata ulang sesuai standar rumah sakit modern.

“Layanan ini kami siapkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari general check up hingga pelayanan kesehatan lainnya. Harapannya, masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh, karena layanan yang dibutuhkan sudah tersedia di RSAM, ” jelasnya.

Ia menambahkan, RSAM saat ini menangani ratusan pasien kanker setiap tahun. Oleh karena itu, penguatan layanan kemoterapi menjadi kebutuhan penting agar pasien mendapatkan terapi medis sekaligus dukungan empati dan harapan dalam proses penyembuhan.

“Kehadiran ruang VIP dan VVIP bukan untuk membedakan derajat manusia, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan yang aman dan nyaman sesuai tuntutan dan kepercayaan masyarakat, ” tegasnya.

Dalam upaya pengembangan ke depan, drg. Busril mengungkapkan bahwa RSAM menargetkan penambahan hingga 100 tempat tidur perawatan serta penguatan sumber daya manusia. Saat ini, RSAM didukung oleh puluhan dokter umum dan sekitar 65 dokter spesialis, serta tengah berkembang sebagai rumah sakit pendidikan.

“RSAM juga diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan dalam jejaring BPJS Kesehatan, khususnya untuk menerima rujukan dari rumah sakit daerah yang belum memiliki dokter spesialis tertentu, ” ujarnya.

Acara peresmian tersebut dihadiri Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Wakil Walikota Ibnu Asis STP, Komisi DPRD Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, kepala OPD Provinsi Sumatera Barat, jajaran direksi dan seluruh pegawai RSAM, pimpinan rumah sakit pemerintah dan swasta, pimpinan BUMN dan BUMD, instansi vertikal, perguruan tinggi, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, serta insan pers.(Lindafang)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |