KABUPATEN SEMARANG - Aparat kepolisian dari Polsek Ambarawa bersama Satreskrim Polres Semarang dan Tim Inafis bergerak cepat menyelidiki dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Counter HP Royal Phone, Lingkungan Pojoksari, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Peristiwa tersebut menggegerkan warga setelah kondisi toko ditemukan berantakan dengan seorang korban mengalami luka.
Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti, S.H., M.H., mengatakan kasus terungkap setelah salah satu karyawan mendatangi tempat usaha untuk bekerja sekitar pukul 14.00 WIB. Karena pintu masih tertutup dan tidak ada respons dari dalam, saksi mengintip melalui celah pintu dan mendapati kondisi ruangan sudah berantakan. Saksi kemudian masuk melalui pintu belakang sebelum melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Peristiwa bermula ketika dua karyawan, M. Danu dan M. Fahmi, kembali dari Salatiga sekitar pukul 02.30 WIB dan hendak masuk ke counter. Karena tidak ada respons dari dalam, keduanya memutuskan pulang. Saat salah satu karyawan kembali pada siang hari, kondisi di dalam sudah berantakan sehingga kejadian itu langsung dilaporkan kepada kami, " ujar AKP Ririh.
Korban diketahui bernama Candra Waskito (25), warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Hingga kini, penyidik masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami korban sekaligus mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap kronologi dan mengidentifikasi pelaku.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung dan pihaknya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan informasi apabila mengetahui peristiwa tersebut.
"Kasus ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Semarang. Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melaporkannya kepada kepolisian. Setiap informasi akan sangat membantu proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian, " tegas AKBP Heru Dwi Purnomo.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami motif dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut serta memburu pelaku berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang berhasil diamankan. Penyidik juga belum menyampaikan secara resmi nilai kerugian maupun hasil akhir penyelidikan.
(Humas/Agung)


















































