Solok Selatan, Sumbar – Polres Solok Selatan memperketat pengawasan keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk memastikan setiap menu Program Makan Bergizi Gratis aman, higienis, dan layak dikonsumsi sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan food safety oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Solok Selatan pada Rabu (17/6/2026) mulai pukul 07.45 WIB. Pemeriksaan mencakup bahan pangan, kebersihan dapur dan peralatan, proses pengolahan, penyajian, hingga kualitas makanan siap distribusi.
Tim pemeriksa terdiri dari Aipda Fadhlan Syarief, Bripda Yola Ersadila, A.Md.Kep., Ns. Indah Widya Satri, S.Kep., dan dr. Sylvia Aulia Easy.
Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K., mengatakan pengawasan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap keberhasilan Program MBG sekaligus bentuk pelayanan kesehatan dan perlindungan kepada masyarakat.
Menurutnya, makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga harus dipastikan aman sejak tahap persiapan bahan hingga pendistribusian.
“Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah risiko gangguan kesehatan sekaligus memastikan penerima manfaat memperoleh makanan yang aman, bersih, dan berkualitas. Polri hadir untuk mendukung agar program pemerintah berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, ” ujar Faisal.
Kapolres berharap pengawasan dilakukan secara konsisten melalui koordinasi antara Sidokkes, pengelola SPPG, ahli gizi, petugas pengolah makanan, dan instansi terkait.
Ia juga meminta seluruh petugas SPPG mempertahankan standar kebersihan, disiplin menggunakan alat pelindung diri, serta segera melakukan evaluasi apabila ditemukan bahan atau makanan yang tidak memenuhi persyaratan.
“Kami berharap standar keamanan pangan terus dijaga setiap hari. Tidak boleh ada kelalaian karena makanan ini akan dikonsumsi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan asupan bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan proses belajar, ” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim Sidokkes mengecek menu berupa nasi putih, kalio telur, tempe goreng, tumis labu siam, dan buah pisang. Komposisi menu dinilai telah memenuhi unsur gizi seimbang berupa karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah.
Petugas juga memastikan makanan ditempatkan dalam wadah yang bersih dan layak pakai. Para pekerja SPPG terlihat menggunakan alat pelindung diri selama proses pengolahan dan penyajian.
Selain pemeriksaan visual, tim Sidokkes melakukan uji organoleptik melalui pengecekan warna, aroma, tekstur, dan rasa makanan. Tahapan ini dilakukan untuk mendeteksi perubahan kualitas yang dapat menunjukkan makanan tidak layak dikonsumsi.
Kasidokkes Polres Solok Selatan menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada makanan yang telah selesai dimasak, tetapi dimulai dari kondisi tempat pengolahan, kebersihan peralatan, kesiapan bahan baku, dan praktik higienitas petugas.
Menurutnya, setiap tahapan memiliki risiko kontaminasi sehingga harus diawasi secara menyeluruh. Pemeriksaan berkala juga menjadi langkah preventif untuk mendeteksi potensi masalah sebelum makanan dikirim kepada penerima manfaat.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan makanan berada dalam kondisi baik dan tidak ditemukan indikasi yang dapat membahayakan kesehatan. Menu dinyatakan layak untuk didistribusikan kepada penerima manfaat, ” jelasnya.
Sidokkes Polres Solok Selatan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala. Pengelola SPPG juga didorong menjaga sanitasi dapur, kualitas bahan baku, suhu pengolahan, kebersihan wadah, serta ketepatan waktu pendistribusian.
Melalui pengawasan tersebut, Polres Solok Selatan menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga mencakup pelayanan serta perlindungan kesehatan masyarakat.
Sinergi antara kepolisian dan pengelola SPPG diharapkan mampu menjamin Program MBG berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan sehingga setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar bergizi, higienis, dan layak dikonsumsi.
(Berry)

















































