CIANJUR – Polda Jabar melalui Polres Cianjur dan Polsek Mande melaksanakan kegiatan panen jagung hibrida di lahan pertanian milik Kelompok Tani Harapan Maju yang berlokasi di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Panen jagung hibrida dilaksanakan di lahan darat seluas 1, 5 hektare dengan hasil panen mencapai sekitar 10 ton jagung tongkolan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh AIPTU Acep Rohidin, S.H., selaku Ps. Kanit Intelkam sekaligus Bhabinkamtibmas Desa Mulyasari, Rudi Suprianto selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Jamali, serta Endang Sulaeman selaku Ketua Kelompok Tani Harapan Maju.
Program panen jagung hibrida ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung swasembada pangan serta pemanfaatan lahan pertanian secara optimal. Selain meningkatkan hasil produksi pertanian, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Mande.
Kapolsek Mande AKP Eriyantho, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan panen jagung hibrida merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, keterlibatan Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Melalui program Polri Penggerak Ketahanan Pangan, kami berupaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. Kami berharap hasil panen ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung ketersediaan pangan, ” ujar AKP Eriyantho, S.H., M.H.
Hasil panen jagung hibrida tersebut selanjutnya akan disalurkan ke Gudang Bulog Cianjur untuk didistribusikan sesuai kebutuhan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan semakin meningkat serta mampu mendorong penguatan produksi pangan lokal guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

















































