Bojonegoro (18/08/2026) - Perum Perhutani KPH Bojonegoro menerima audiensi dari Lembaga Antikorupsi Bojonegoro (LAiK) dalam rangka memperkuat silaturahmi, koordinasi, serta membahas pemanfaatan perhutanan sosial di wilayah kerja Perhutani KPH Bojonegoro. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Perhutani KPH Bojonegoro, Jalan Imam Bonjol No. 4 Bojonegoro, Selasa (18/08/2026).
Audiensi yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut dihadiri Administratur/KKPH Bojonegoro Slamet Juwanto, jajaran Wakil Administratur, Kepala Seksi, Asper/KBKPH, KSS, serta Dewan Pembina LAiK Anam Warsito bersama jajaran Lembaga Antikorupsi Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Administratur/KKPH Bojonegoro Slamet Juwanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya audiensi sebagai ruang komunikasi dan koordinasi antara Perhutani dengan elemen masyarakat. Menurutnya, pengelolaan hutan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar manfaat hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi audiensi ini sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dalam pengelolaan hutan. Perhutani berkomitmen untuk terus menjaga hutan agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari bersama-sama membangun hutan untuk anak cucu, sehingga yang kita wariskan bukan hanya hutan yang lestari, tetapi juga mata air, bukan air mata, ” ujar Slamet Juwanto.
Sementara itu, Dewan Pembina Lembaga Antikorupsi Bojonegoro, Anam Warsito, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani KPH Bojonegoro yang telah menerima audiensi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja LAiK sekaligus sebagai sarana silaturahmi dan koordinasi dengan Perhutani.
Anam menyampaikan bahwa LAiK memiliki perhatian pada tiga bidang utama, yaitu lingkungan hidup, pencegahan korupsi, dan pengentasan kemiskinan. Dalam konteks perhutanan sosial, LAiK ingin mengambil peran melalui komunikasi dan koordinasi dengan para pihak agar pemanfaatan kawasan hutan dapat berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Bojonegoro yang telah menerima kami dalam kegiatan audiensi ini. Selain sebagai ajang silaturahmi, kami ingin membangun komunikasi dan koordinasi terkait program kerja kami, khususnya dalam bidang lingkungan hidup, antikorupsi, dan pengentasan kemiskinan. Kami berharap dapat mengambil peran dalam pengembangan perhutanan sosial agar pemanfaatannya memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan konflik sosial, ” ungkap Anam.
Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Kedua pihak saling bertukar informasi dan pandangan mengenai pengelolaan serta pemanfaatan perhutanan sosial, termasuk pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, transparansi, serta sinergi antara pengelola hutan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Bojonegoro dan LAiK diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang positif dan kolaboratif dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari, transparan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengesampingkan fungsi ekologis hutan.@Red.
















































