Pemateri Pelatihan Pramuka SMAN 1 Banyuwangi Dari Saka Wanabakti Banyuwangi Barat

3 hours ago 3

Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat mengirimkan 2 orang senior Saka Wanabakti untuk berikan materi Kepramukaan kepada siswa dan siswi yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka kelas X SMAN 1 Banyuwangi, dilapangan SMAN 1 Banyuwangi Jl. Ikan Tongkol Nomor 22, Desa Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, pada Jum’at (24/04/2026).

Kepala Perhutani (Admnistratur) KPH Banyuwangi Barat yang diwakili oleh KSS Kemitraan Produktif, Suwadi, S.H., selaku Pinsaka (Pimpinan Satuan) Karya Sakawanabakti Cabang Banyuwangi sekaligus Ancu (Andalan Cabang) Saka Wanabakti Kwarcab (Kwartir Cabang) Pramuka Banyuwangi bertindak sebagai Pembina dalam Upacara Pembukaan Pelatihan Ekstrakurikuler Pramuka kelas X SMAN 1 Banyuwangi.

Dalam sambutannya Kak Suwadi mengatakan, “Gerakan Pramuka berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, disiplin, berakhlak mulia, dan cinta tanah air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

“Peran utama Pramuka antara lain pembentukan karakter dan kepribadian

membentuk generasi muda yang bertaqwa, mandiri, jujur, bertanggung jawab dan tangguh serta Menanamkan jiwa patriotik, cinta tanah air, dan setia kepada NKRI, ” tegasnya.

Kak Mohamad Arif Fajartono selaku pengurus Pinsaka dan juga Pamong Saka Wanabakti menjelaskan bahwa Saka Wanabakti adalah wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di bidang kehutanan dan lingkungan hidup, fokus pada pelestarian sumber daya alam.

“Materi utamanya meliputi empat krida: Tata Wana, Bina Wana, Guna Wana, dan Reksa Wana, yang mencakup teknik persemaian, pengelolaan hutan, konservasi tanah, dan penanaman pohon, ” tutur Kak Arif Fajar.

“Sekilas kita sampaikan juga tentang survival darat dengan materi penggunaan kompas dan juga tanpa alat (navigasi darat/orientasi alam) adalah teknik menentukan arah mata angin menggunakan tanda-tanda alam seperti posisi matahari dan bayangan tongkat. Metode ini krusial saat tersesat di alam liar tanpa alat bantu kompas fisik, ” ujarnya.

Kak Etik selaku pembimbing mengatakan bahwa Latihan rutin extra pramuka wajib untuk kelas X SMAN 1 Banyuwangi dengan tema survival darat yang di bimbing oleh Saka Wanabakti dengan fokus pada navigasi darat di ikuti dengan sangat antusias oleh peserta didik. Latihan ini merupakan sarana pembinaan untuk membentuk anggota Pramuka yang cakap membaca arah, memahami medan, serta mampu menentukan posisi secara tepat di alam terbuka.

“Dalam kegiatan ini, peserta dilatih menggunakan kompas, dan tanda-tanda alam sebagai pedoman untuk menentukan jalur perjalanan secara efektif dan aman. Navigasi darat tidak hanya menuntut ketelitian dan kecermatan, tetapi juga melatih kesabaran, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi terbatas, ” ujar Kak Etik.

“Melalui latihan ini, peserta didik diharapkan mampu bergerak secara mandiri maupun dalam tim, menghindari kesesatan, serta mencapai tujuan dengan perencanaan yang matang. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama menjadi bagian penting dalam setiap proses pembelajaran, ” imbuhnya

“Dengan penguasaan navigasi darat, setiap anggota tidak hanya terampil menjelajah alam, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi kondisi darurat, serta tetap menjunjung tinggi etika pelestarian lingkungan dalam setiap langkah perjalanan, ” pungkasnya.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |