Pangdam Diponegoro Pimpin Sidang Rekrutmen Bintara TNI AD 2026, Tegaskan Tak Ada Titipan dan Intervensi

7 hours ago 8

KLATEN - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat memastikan proses rekrutmen Calon Bintara Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Pangdam memimpin Sidang Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD wilayah Kodam IV/Diponegoro yang digelar di Dodiklatpur Klaten, Selasa (9/6/2026).

Sidang ini menjadi tahapan strategis dalam menentukan calon prajurit yang akan melanjutkan proses seleksi menuju tingkat pusat sebelum ditetapkan secara resmi sebagai peserta pendidikan Bintara TNI AD.

"Setiap keputusan harus berdasarkan data hasil seleksi yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada unsur subjektivitas dalam menentukan kelulusan peserta, " tegas Mayjen TNI Achiruddin Darojat dalam arahannya kepada panitia seleksi.

Rekrutmen Modern, Hasil Seleksi Terhubung Langsung ke Panpus

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam membacakan amanat Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers Kasad) Mayjen TNI I Wayan Suarjana yang menegaskan bahwa TNI AD terus melakukan transformasi sistem rekrutmen guna menjawab tantangan era digital.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan teknologi berbasis digital pada seluruh tahapan seleksi. Hasil tes peserta kini langsung terhubung dengan server Panitia Pusat (Panpus) untuk meminimalkan potensi manipulasi data.

Selain itu, pelaksanaan tes psikologi juga menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga proses penilaian berlangsung lebih cepat, akurat, dan transparan.

"Digitalisasi menjadi bagian penting dalam reformasi rekrutmen TNI AD. Sistem ini dibangun untuk memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi yang sesungguhnya, " ujar Pangdam membacakan amanat Aspers Kasad.

TNI AD Cari Prajurit Berkualitas dan Berkarakter

Tidak hanya menilai kemampuan fisik dan akademik, TNI AD juga menitikberatkan pada aspek karakter, integritas, loyalitas, serta kesiapan mental calon prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan.

Menurut Pangdam, kebutuhan organisasi TNI AD saat ini menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara.

"Calon Bintara yang dipilih harus memiliki karakter kuat, disiplin, loyal, serta siap mengikuti pendidikan dan menjalankan tugas pengabdian di mana pun negara membutuhkan, " katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia untuk menjaga profesionalisme selama proses seleksi berlangsung, termasuk memastikan seluruh administrasi peserta diperiksa secara teliti dan sesuai prosedur.

Hasil Sidang Belum Final, Masih Menunggu Verifikasi Panpus

Pangdam menegaskan bahwa hasil sidang tingkat Sub Panpus belum menjadi keputusan akhir. Seluruh data peserta yang dinyatakan memenuhi syarat masih harus melalui proses verifikasi dan validasi di tingkat Panitia Pusat TNI AD.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjaga kerahasiaan hasil sidang hingga pengumuman resmi diterbitkan oleh Panitia Pusat.

"Keputusan akhir tetap berada di tingkat Panpus. Oleh sebab itu seluruh peserta sidang harus menjaga integritas, profesionalisme, dan kerahasiaan hasil seleksi sampai ada pengumuman resmi, " tegasnya.

Bangun Kepercayaan Publik terhadap Rekrutmen TNI AD

Pelaksanaan Sidang Sub Panpus di wilayah Kodam IV/Diponegoro menjadi bagian dari upaya TNI AD membangun sistem rekrutmen yang semakin kredibel dan dipercaya masyarakat.

Melalui penerapan teknologi digital, sistem penilaian berbasis kompetensi, serta pengawasan berlapis, TNI AD berharap mampu menjaring generasi muda terbaik untuk menjadi prajurit profesional yang siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Proses seleksi yang terbuka dan akuntabel tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen TNI AD dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pertahanan negara di era modern.

"Melalui rekrutmen yang profesional, transparan, dan akuntabel, TNI AD berkomitmen melahirkan prajurit-prajurit terbaik yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara, " pungkas Pangdam.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |