BARCELONA, Spanyol, 21 Maret 2026 /PRNewswire/ -- Di MWC 2026, Mark Giles, Industry Research & Analysis Director, Ookla—pemimpin connectivity intelligence di pasar global—menyampaikan paparan berjudul "Experience-Driven Voice Core Network with Ookla RootMetrics". Dalam presentasinya, Mark Giles memperkenalkan kerangka evaluasi layanan suara HD, serta kerangka evaluasi layanan AI Calling. Ia juga membagikan analisis tentang proyek evaluasi layanan suara terbaru di Filipina. Ookla berkomitmen membantu pihak operator telekomunikasi mengoptimalkan jaringan layanan suara melalui evaluasi berbasiskan pengalaman guna meningkatkan kepuasan pengguna.
Menurut Mark Giles, layanan suara berkembang dalam tiga aspek utama. Pertama, munculnya kelompok pengguna baru seperti live streamer dan avatar digital. Kedua, meningkatnya penggunaan perangkat pintar inovatif seperti asisten AI dan kacamata AI. Ketiga, berkembangnya perilaku pengguna baru, termasuk penggunaan aplikasi berbasiskan AI dan interaksi jarak jauh. Perkembangan ini mendorong pengalaman penggunaan layanan suara menjadi semakin berkualitas, terintegrasi dengan AI, serta lebih mudah diakses, imersif, dan interaktif.
Mark Giles juga menyampaikan, sejumlah aspek dalam evaluasi pengalaman layanan suara harus berkembang dengan memasukkan AI. Penilaian pengalaman layanan suara berbasiskan AI kini menjadi fokus utama industri. Selain metrik biasa seperti QoE, QoS, dan jangkauan, evaluasi pengalaman layanan suara Ookla kini mencakup tiga dimensi baru: pengalaman imersif berbasiskan AI, pengalaman interaksi berbasiskan AI, dan QoI (Quality of Intelligence). QoI mengukur faktor seperti akurasi dan latensi model AI, serta inklusivitas layanan. Pengalaman imersif berbasiskan AI mengevaluasi aspek seperti kualitas pengurangan kebisingan (MOS), sedangkan pengalaman interaksi berbasiskan AI menilai akurasi layanan penerjemahan seketika (real-time). Kerangka evaluasi terbaru ini memiliki pendekatan yang lebih komprehensif dan terstruktur untuk mendukung pengembangan layanan suara pada era AI.
Ookla menggunakan alat uji (drive test) unggulannya, RootMetrics, untuk mengevaluasi pengalaman layanan suara operator di berbagai wilayah seperti Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Dalam presentasinya, Mark Giles juga membahas proyek evaluasi layanan suara di Filipina. Dengan menggunakan Speedtest Drive, Ookla melakukan pengujian sejauh 1.200 km dan mengumpulkan 23.000 sampel data di Manila. Pengujian ini memberikan analisis sistematis dan lengkap pertama mengenai pengalaman layanan suara di negara tersebut. Hasilnya menunjukkan, layanan VoLTE dari operator secara signifikan lebih unggul dibandingkan layanan OTT, terutama dalam sejumlah metrik seperti MOS, pemblokiran panggilan, dan panggilan terputus. Keunggulan ini tercapai karena layanan suara OTT berbagi bandwidth dengan trafik internet umum sehingga lebih rentan terhadap isu kepadatan jaringan (network congestion). Saat penggunaan data melonjak, panggilan OTT terkendala atau terputus. Data juga menunjukkan, tingkat koneksi VoLTE di Filipina masih sekitar 31%, angka yang tergolong rendah. Untuk meningkatkan pengalaman layanan suara, menghentikan penggunaan jaringan 3G lama, dan memanfaatkan kemajuan berbasiskan AI, Filipina harus terus mengembangkan layanan VoLTE. Ke depan, Ookla akan terus mengevaluasi layanan suara berbasiskan AI di negara-negara seperti Filipina. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunduh laporan selengkapnya melalui situs resmi Ookla.
SOURCE Ookla








































