GOWA, SULSEL - Petugas kebersihan Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa menjerit, pasalnya gaji selama 3 bulan belum terbayarkan. Mereka tidak mengetahui apa yang menjadi kendala, sehingga sampai detik ini, gajinya belum terbayarkan.
Menurut Jumaniah Dg Siang, sebelumnya di tahun 2025 itu gajinya lancar tidak pernah terlambat, masuk di tahun 2026, gajinya sudah terlambat dibayarkan.
"Padahal sebelumnya, setiap gajian tidak pernah terlambat. Gajiku itu sebelumnya Rp.1, 5 juta perbulan, masuk di tahun 2026, dikurangi tinggal Rp. 1, 3 juta perbulan, " ujarnya kepada INDONESIASATU.CO.ID, Rabu (10/6/2026).
Bukan saya saja, yang belum gajian, tetapi yang lainnya juga belum terbayarkan gajinya, dari tenaga kebersihan ada 12 orang, Imam 2 orang, pengamanan ada 3 orang dan Muadzin juga ada 2 orang, semua belum terbayarkan gajinya.
Itu semua, teman-temanku takut bertanya. Karena pernah saya bertanya, "adakah uang makan, pak Mardani, saya langsung dikasih keluar dari group WhatsApp, makanya teman yang lainnya, takut bertanya. Mereka takut dikasih keluar di group, padahal saya ini hanya bercanda saja, menyampaikan seperti itu, sama pak Mardani, tetapi dikasih keluar dari group, " ungkapnya.
Setelah saya dikasih keluar dari group, saya datangi pak Mardani di kantornya. Setelah itu saya dikasih masuk lagi di group. Tetapi justru, dia nya lagi yang keluar dari group, makanya sampai sekarang tidak ada kejelasan, dengan gaji kami semua petugas kebersihan, karena orang yang mau ditanya, keluar dari group.
Dg Siang mengaku sudah 20 tahun, dia bekerja sebagai petugas kebersihan, sebelumnya dulu bagus sekali tidak pernah gaji terlambat, uang makan juga lancar, saat itu masih pak Syamsuddin Bidol, ucapnya, kepada wartawan.
Berharap kepada Pemerintah, agar segera gajinya terbayarkan karena banyak sekali hutang yang mau dibayar dan cicilan, jadi bisa secepatnya dibayarkan.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa yang dijabat oleh Mardani Hamdan, saat dikonfirmasi via WhatsApp menyampaikan untuk gaji petugas kebersihan itu sudah dialihkan ke Pemerintah Kabupaten Gowa.
"Jadi Pemerintah Daerah yang mengambil alih tanggung jawab penggajian dan pengelolaan tenaga kebersihan masjid. Hal ini dilakukan karena kas pengurus masjid, sudah tidak mampu lagi membiayai operasional pekerja Masjid Agung Syekh Yusuf, " jelasnya.
Kalaupun memang dikurangi gajinya karena kemampuan Pemerintah Kabupaten Gowa, hanya itu yang bisa dibayarkan oleh Pemerintah, karena anggarannya terbatas.
"Saat ini sudah lengkap juga administrasinya, sudah diajukan ke bagian keuangan. Tinggal tunggu proses, karena kita mengacu kepada prosedur yang ada. Apalagi baru-baru ini, bagian keuangan ada pemeriksaan juga dari BPK, jadi tunggu saja, sementara berproses. Nantinya itu akan dibayarkan ke rekening masing-masing petugas kebersihan. Jadi bukan secara tunai pembayarannya melainkan ditransferkan ke rekeningnya, " pungkasnya.(Shanty)
















































