Mengenal Lebih Dekat, Sosok Letkol Inf Abraham S Panjaitan Dandim 1311/Morowali: Elit Kopassus Mantan Paspampres dengan Segudang Prestasi

5 days ago 8

MOROWALI, Indonesiasatu.id – Letkol Inf Abraham S Panjaitan, sosok Dandim 1311/Morowali yang pernah berkiprah di dua unit elit TNI AD yaitu Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Pasukan Pengawal Presiden Republik Indonesia (Paspampres), menyuguhkan perjalanan karir yang penuh prestasi serta komitmen tak tergoyahkan terhadap negara dan masyarakat. Tak hanya membawa nama baik bangsa melalui berbagai pencapaian, ia juga mengeluarkan janji tegas untuk memastikan seluruh pekerjaan di wilayahnya berjalan dengan baik, bahkan siap menjadikan nama, pangkat, dan jabatan sebagai jaminan.
 
Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2005 ini awalnya tidak langsung memilih jalur militer. Ia pernah menempuh pendidikan selama satu tahun di Universitas Indonesia (UI), berada di satu angkatan dengan artis kondang Dian Sastro. Namun, rasa ingin akan tantangan yang lebih besar membuatnya memutuskan untuk mendaftar di Akmil, dan berhasil lulus dalam proses rekruitmen yang ketat.
 
“Meskipun lahir dari keluarga besar militer – seperti pepatah ‘tak jauh buah jatuh dari pohon’ – saya masuk dunia militer bukan karena sandaran keluarga, melainkan karena jiwa patriot yang saya miliki serta kemampuan yang ada dalam diri saya sendiri, ” ujarnya.
 
Setelah resmi menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Letnan Dua (Letda) dan bergabung di Korps Infanteri, ia mengikuti seleksi masuk Kopassus dan dinyatakan lulus. Ia kemudian menjalani pendidikan khusus selama satu setengah tahun di Batu Jajar sebelum resmi berdinas di unit elit tersebut selama 17 tahun.
 
17 TAHUN DI KOPASSUS: RAIH PRESTASI DAN TANGANI TUGAS STRATEGIS
 
Selama berkiprah di Kopassus, Letkol Inf Abraham menjabat berbagai jabatan strategis, mulai dari Komandan Pleton, Komandan Kompi, Perwira Seksi Intelijen, Wakil Komandan Batalyon, hingga Komandan Batalyon 22 Kopassus di Solo pada tahun 2019 setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Sebelumnya, pada tahun 2016 ia juga meraih beasiswa dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk melanjutkan studi selama dua tahun di Australia.
 
Prestasinya tidak hanya terbatas pada bidang kepemimpinan dan pendidikan. Tahun 2010, ia membawa kontingan menembak TNI AD meraih juara 1 di Malaysia bersama Panglima Angkatan Darat (KASAD) pada saat itu, dengan menjabat sebagai Kapten tim pistol. Pada tahun 2015-2016, ia meraih medali emas di Kejuaraan Piala KASAD dalam cabang olahraga menembak yang telah dikuasainya sejak muda, kemudian kembali membawa nama baik Indonesia dengan meraih juara umum pada ajang ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) di Filipina tahun 2016.
 
Selain itu, ia juga telah menjalankan tugas operasi sebanyak lima kali di Papua sebagai Komandan Satgas dalam penindakan terhadap tokoh-tokoh separatis yang mengganggu persatuan dan keamanan negara. Pada tahun 2019, ia juga mendapatkan penghargaan karya tulis terbaik, membuktikan bahwa kemampuannya tidak hanya terbatas di medan lapangan.
 
3 TAHUN DI PASPAMPRES: JAGA KEAMANAN KEPALA NEGARA DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
 
Setelah menyelesaikan tugas di Kopassus, ia mendapat panggilan khusus untuk bertugas di Paspampres selama tiga tahun, mengawal Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto. Selama masa jabatannya, ia tidak hanya mengawal di dalam negeri tetapi juga melaksanakan pengamanan untuk kegiatan KTT dan kunjungan luar negeri sebanyak hampir 19 kali ke berbagai negara, bekerja sama dengan pihak keamanan negara lain.
 
Sebagai Komandan Detasmen di Grup A Paspampres, ia berhasil memimpin detasemennya meraih penghargaan terbaik selama dua tahun berturut-turut dalam lomba kemampuan antar detasemen. Yang paling membanggakan, selama tiga tahun mengawal presiden, tidak pernah terjadi satu pun insiden yang mengganggu keamanan kepala negara.
 
“Selama bertugas mengawal presiden, tidak pernah terjadi suatu peristiwa bahkan tergores sedikitpun tidak ada. Itu merupakan kebanggaan besar bagi saya sebagai prajurit. Jangankan tergores, nyawa pun kita siap pertaruhkan untuk menjaga keamanan Bapak Presiden – itulah prinsip kita dalam bertugas, ” jelasnya.

JADI DANDIM 1311/MOROWALI: TANGGUNG JAWAB BARU UNTUK MEMAJUKAN WILAYAH
 
Pada tahun 2025, setelah menyelesaikan masa jabatannya di Paspampres, Letkol Inf Abraham S Panjaitan resmi menjabat sebagai Dandim 1311/Morowali. Jabatan ini membawa tanggung jawab yang sama besarnya dengan tugas-tugasnya di unit elit sebelumnya, khususnya dalam menangani urusan teritorial di wilayah Morowali.
 
Ia menyampaikan bahwa peran Dandim tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif dalam memajukan daerah dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat serta berbagai pihak terkait. “Kita ingin tidak hanya menjadi penjaga keamanan, tetapi juga bagian dari upaya membangun wilayah Morowali menjadi lebih baik, sejahtera, dan makmur, ” pungkasnya dengan penuh semangat.
 
“Saya komit, selama menjabat sebagai Dandim 1311/Morowali, tidak akan pernah ada suatu kegiatan atau pekerjaan yang mangkrak atau tidak sesuai. Saya akan pertaruhkan nama, pangkat, dan jabatan saya, ” terangnya menambahkan sekaligus menjadi bukti kesungguhannya untuk memberikan yang terbaik bagi wilayah Morowali dan masyarakatnya.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |