JAMBI - Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Bahari Gembira Ria (BGR), melalui Green Festival Desa 2026 yang digelar di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (22/4), merangkul masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dari ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berpotensi mengancam pertengahan tahun ini.
Menurut Pjs Estate Manager Ladang Panjang PT Bahari Gembira Ria Akhmed Miraza Alinur, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) yang berfokus pada peningkatan kesadaran, kesiapsiagaan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan.
Diikuti sekitar seribu orang warga, Green Fastival Desa yang sekaligus dalam rangka peringatan Hari Bumi itu, dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Muaro Jambi Ririn Novianty, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Sungai Gelam, Kepala Daops Manggala Agni Jambi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi, para kepala desa, serta jajaran manajemen PT Bahari Gembira Ria.
Rangkaian festival diwarnai dengan fun walk bertema “Desa Siaga Gambut” sebagai kampanye kepedulian lingkungan, dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan karhutla. Simulasi tersebut memeragakan respons cepat masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran lahan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan partisipatif, antara lain lomba lingkungan bagi pelajar, edukasi masyarakat, penampilan siswa, pameran produk UMKM desa, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi talkshow interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber. Antara lain Camat Sungai Gelam Musliadi, Kepala Daops Manggala Agni Jambi Rinaldi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi Dwi Kamelia Sari, serta Manager CSR Minamas Plantation PT Bahari Gembira Ria Agustiono. Diskusi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman bersama terkait pengelolaan lingkungan dan pencegahan karhutla berbasis masyarakat.
Pjs. Estate Manager Ladang Panjang PT Bahari Gembira Ria, Akhmed Miraza Alinur, mengatakan desa memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan karhutla, terutama di wilayah dengan ekosistem gambut.
“Desa merupakan pihak yang paling dekat dengan sumber risiko. Karena itu, penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam pencegahan karhutla, ” ujar Akhmed.
Ketua TP PKK Kabupaten Muaro Jambi Ririn Novianty, menilai kegiatan tersebut sebagai contoh konkret kolaborasi lintas sektoral dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
Sementara itu, Camat Sungai Gelam, Musliadi, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam upaya pencegahan karhutla di wilayahnya.
“Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat. Kami mengapresiasi PT Bahari Gembira Ria yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, ” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Minamas Plantation menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa, sekaligus mendorong model pembangunan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.(Sp)






































