Kodam III/Siliwangi Teguhkan Komitmen Menjaga Warisan KAA melalui Asia Africa Festival 2026

6 hours ago 3

BANDUNG – Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih yang diwakili Inspektur Kodam (Irdam) III/Siliwangi Brigjen TNI Nurul Yakin menghadiri pembukaan Karnaval "Asia Africa Festival (AAF) 2026" di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026).

Festival budaya internasional yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bandung tersebut diikuti duta besar dan perwakilan dari 22 negara Asia-Afrika, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, pejabat Kementerian Luar Negeri, kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan berbagai komunitas budaya.

Kehadiran Irdam III/Siliwangi mewakili Pangdam menjadi bentuk dukungan TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam III/Siliwangi, terhadap penguatan diplomasi budaya, persahabatan antarbangsa, serta pelestarian nilai-nilai historis Konferensi Asia Afrika 1955.

Dalam kesempatan tersebut, Irdam III/Siliwangi menyampaikan bahwa Asia Africa Festival bukan hanya sebuah pertunjukan kebudayaan, tetapi juga ruang untuk menghidupkan kembali semangat persatuan, solidaritas, dan perdamaian yang diwariskan para pemimpin Asia-Afrika.

“Asia Africa Festival menjadi pengingat bahwa Kota Bandung pernah menjadi pusat lahirnya gagasan besar tentang kemerdekaan, persamaan derajat, perdamaian, dan solidaritas antarbangsa. Kodam III/Siliwangi berkomitmen mendukung setiap kegiatan yang memperkuat persatuan serta hubungan persahabatan di antara negara-negara Asia dan Afrika, ” ujar Irdam III/Siliwangi.

AAF 2026 mengusung tema “Unity in Diversity, Rising in Harmony”. Festival berlangsung pada 11–12 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga, Kota Bandung.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyerahan penghargaan dari Kementerian Pariwisata kepada Wali Kota Bandung, dilanjutkan sambutan dan pembukaan resmi AAF 2026, penampilan karnaval kebudayaan dari berbagai negara dan daerah di Indonesia, serta pertunjukan musik.

Beragam kostum tradisional, kesenian daerah, atraksi budaya, dan parade delegasi negara sahabat memeriahkan kawasan bersejarah yang menjadi lokasi penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada 1955 tersebut.

Irdam III/Siliwangi menuturkan bahwa keberagaman budaya yang ditampilkan dalam festival merupakan kekuatan penting untuk membangun hubungan yang harmonis di tengah perbedaan bangsa, bahasa, adat istiadat, dan latar belakang masyarakat.

“Perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja sama. Justru melalui keberagaman, bangsa-bangsa Asia dan Afrika dapat saling mengenal, menghormati, dan membangun masa depan yang lebih damai. Semangat inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda, ” tuturnya.

Selain memperingati semangat persahabatan dan solidaritas KAA 1955, AAF 2026 juga bertujuan memperkuat diplomasi budaya Indonesia, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Bandung.

Irdam III/Siliwangi menyampaikan pesan Pangdam III/Siliwangi bahwa kegiatan budaya berskala internasional tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

“Pangdam III/Siliwangi berpesan agar momentum Asia Africa Festival dapat memperkuat citra Bandung sebagai kota bersejarah, kota budaya, dan kota diplomasi dunia. Festival ini juga diharapkan membuka ruang yang semakin luas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk berkembang, ” ungkapnya.

Secara historis, Kodam III/Siliwangi memiliki ikatan erat dengan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika 1955. Saat itu, Kodam III/Siliwangi masih bernama Tentara dan Teritorium III/Siliwangi di bawah komando Kolonel A.E. Kawilarang.

Jajaran Siliwangi mengambil bagian penting dalam sistem pengamanan militer selama konferensi berlangsung. Pengamanan dilakukan untuk menjamin keselamatan para kepala pemerintahan dan delegasi negara peserta, termasuk M. Ali Bogra, Jawaharlal Nehru, U Nu, dan Zhou Enlai, selama berada di Kota Bandung.

Menurut Irdam, kehadiran perwakilan Kodam III/Siliwangi dalam AAF 2026 merupakan bentuk kontinuitas pengabdian dalam menjaga warisan sejarah sekaligus menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun tamu internasional.

“Tujuh puluh satu tahun setelah Konferensi Asia Afrika, semangat Bandung masih tetap hidup. Apabila pada 1955 prajurit Siliwangi turut menjaga keamanan para pemimpin dunia, maka hari ini kami kembali hadir untuk mendukung kelancaran festival serta menjaga warisan persaudaraan yang lahir dari Kota Bandung, ” tegasnya.

Kodam III/Siliwangi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, keramahan, dan keamanan selama pelaksanaan festival. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang menghargai tamu dan menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa.

“Semoga Asia Africa Festival 2026 berlangsung aman, tertib, dan memberikan kesan positif bagi seluruh delegasi serta wisatawan. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang ramah, berbudaya, dan selalu menjunjung tinggi persatuan, ” pungkas Irdam III/Siliwangi.

Seluruh rangkaian pembukaan AAF 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran delegasi dari berbagai negara diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Bandung sebagai simbol persahabatan, solidaritas, dan perdamaian dunia. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |