LEBAK – Perkumpulan Wartawan Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Banten mengimbau seluruh wartawan yang tergabung di perkumpulan wartawan FRIC di Kabupaten Lebak untuk aktif mengawasi pelaksanaan program P3-TGAI 2026 atau Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi.
Seruan itu disampaikan Ketua FRIC DPW Banten, Habibi, agar anggaran negara yang dikucurkan untuk irigasi pertanian benar-benar tepat sasaran dan tidak diselewengkan oknum, Kamis (30/7).
"P3-TGAI ini dana besar langsung ke kelompok tani. Kami minta wartawan Lebak turun ke lapangan, cek fisik, cek RAB, dan tanya ke petani. Jangan sampai ada yang main-main dengan uang rakyat, " tegas Habibi.
Kenapa Harus Diawasi, Satu kelompok tani bisa terima dana 195 juta, Sistem swakelola: Rawan dipotong atau dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, Dampak langsung ke petani: Kalau gagal, yang rugi petani dan ketahanan pangan
"Kami tidak menuduh. Tapi pengalaman tahun-tahun sebelumnya masih ada temuan. Makanya pengawasan media penting biar transparan, " ujar Habibi.
Yang Harus Diawasi Wartawan di P3-TGAI Lebak 2026:
1. Administrasi: Kelompok penerima, proposal, dan pencairan dana
2. Pelaksanaan: Kualitas material, volume pekerjaan, dan keterlibatan anggota kelompok
3. Manfaat: Apakah saluran irigasi benar-benar mengaliri sawah dan berfungsi
FRIC DPW Banten juga membuka saluran pengaduan. Jika ada temuan kejanggalan, FRIC siap berkoordinasi dengan APH dan instansi terkait.
"Tujuan kita sama, yakni mengawal dana negara untuk kesejahteraan petani Lebak. Wartawan adalah garda terdepan kontrol sosial, " pungkas Habibi. (Red)














































