Kemenekraf Buka Jalan UMKM Solok Naik Kelas, 5 Kelompok Terbaik Lanjut Pendampingan

7 hours ago 2

SOLOK – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Solok untuk naik kelas melalui Program AdCamp: Skill Up Lab.

Setelah mengikuti workshop intensif selama dua hari, 21–22 Agustus 2026, sebanyak lima kelompok terbaik dari total 10 kelompok peserta dipilih untuk mendapatkan pendampingan lanjutan secara online.

Program yang digelar Direktorat Periklanan Kemenekraf/Bekraf bersama Indonesia Digital Association (IDA), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII) tersebut berlangsung di Solok Premier Hotel Syariah.

Direktur Periklanan Kemenekraf/Bekraf Andy Ruswar mengatakan, kegiatan di Solok diikuti 50 peserta yang berasal dari pelaku usaha fesyen, kriya, kuliner serta masyarakat terdampak bencana.

Selama pelatihan, peserta dibagi menjadi 10 kelompok. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai strategi komunikasi dan pemasaran, branding, pembuatan iklan, produksi foto dan video, pemanfaatan artificial intelligence (AI), hingga penempatan iklan di media digital.

Dari 10 kelompok tersebut, lima kelompok terbaik kemudian dipilih berdasarkan karya dan presentasi yang dihasilkan selama pelatihan.

Andy mengatakan, lima kelompok terpilih tidak berhenti pada pelatihan tatap muka. Mereka akan kembali mendapatkan pembinaan secara daring agar mampu menghasilkan materi iklan yang lebih profesional sekaligus memahami strategi penempatan iklan.

“Lima kelompok ini akan mengikuti pelatihan kembali secara online. Mereka akan dibimbing bagaimana cara membuat iklan, media placement dan sosial media, ” ujar Andy.

Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi bagian penting dari program AdCamp karena peserta tidak hanya diajarkan membuat konten, tetapi juga diarahkan memahami bagaimana karya iklan dapat ditempatkan pada media yang sesuai sehingga mampu menjangkau pasar lebih luas.

Yang menarik, para narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut merupakan praktisi sekaligus bagian dari industri media dan periklanan.

“Narasumber yang kita bawa mereka sekaligus industri di bidang media. Mereka akan dijadikan kontributor seperti Kompas.com, Liputan6.com dan media mainstream lain sejenisnya, ” jelas Andy.

Keterlibatan praktisi industri diharapkan membuka akses lebih luas bagi peserta untuk memahami kebutuhan industri media sekaligus meningkatkan peluang karya mereka mendapatkan ruang publikasi.

Dengan skema tersebut, Kemenekraf/Bekraf ingin memastikan AdCamp: Skill Up Lab tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menghasilkan tindak lanjut yang dapat memberikan manfaat langsung bagi pengembangan usaha peserta.

Program AdCamp: Skill Up Lab merupakan bagian dari program Ekraf Peduli “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Barat.

Solok menjadi lokasi kedua setelah Padang Pariaman dalam rangkaian enam workshop. Kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Agam pada 27–28 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan di Bener Meriah, Gayo Lues dan Pidie Jaya, Aceh, pada September 2026.

Program tersebut menyasar masyarakat berusia 18–45 tahun, khususnya pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat terdampak bencana yang masih menjalankan usaha, memiliki potensi untuk memulai kembali usaha, maupun mempunyai ide kreatif di bidang periklanan.

Melalui peningkatan kemampuan branding, produksi konten, pemanfaatan AI, strategi periklanan dan akses media, Kemenekraf/Bekraf berharap UMKM Solok semakin mampu memperkuat identitas produk, memperluas jangkauan pemasaran dan membuka peluang pasar baru.

Bagi UMKM lokal, kesempatan mendapatkan pendampingan lanjutan hingga akses terhadap ekosistem media menjadi langkah strategis untuk membawa produk Solok tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |