SERANG – Kepala Seksi Operasi Korem 064/Maulana Yusuf, Kolonel Inf. Bayu Sigit Dwi Untoro, mendorong para personel Bintara Pembina Desa atau Babinsa agar meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi dan memanfaatkan jaringan media online secara profesional, terintegrasi, serta terinterkoneksi.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan asistensi dan monitoring pembangunan jaringan media online di lingkungan Kodim 0602/Serang. Jaringan tersebut dirancang agar dapat menghubungkan proses publikasi mulai dari tingkat Babinsa, Koramil, Kodim 0602/Serang, Korem 064/Maulana Yusuf hingga Kodam III/Siliwangi.
Kegiatan ini bertujuan membangun dan meningkatkan kompetensi personel Babinsa di jajaran Kodim 0602/Serang dalam menyusun narasi, mengelola informasi, mendokumentasikan kegiatan, serta memublikasikan berbagai program pembinaan teritorial melalui media online secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab.
Kasiops Korem 064/Maulana Yusuf, Kolonel Inf. Bayu Sigit, mengatakan bahwa kemampuan komunikasi publik menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas satuan kewilayahan di tengah perkembangan teknologi informasi.
“Babinsa merupakan ujung tombak satuan kewilayahan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Berbagai kegiatan positif di wilayah harus disampaikan melalui jaringan media yang terorganisasi, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, ” kata Kolonel Inf. Bayu Sigit.
Menurutnya, keberadaan jaringan media online yang terhubung dari tingkat bawah hingga Kodam III/Siliwangi akan membantu satuan dalam menyampaikan informasi secara lebih cepat dan merata.
“Jaringan media ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana publikasi, tetapi juga menjadi sistem komunikasi informasi yang mampu memperkuat koordinasi, membangun kepercayaan masyarakat, serta menangkal informasi negatif yang dapat mengganggu stabilitas wilayah, ” ujarnya.
Sementara itu, Pasi Intel Kodim 0602/Serang menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan personel dalam bidang media harus disertai dengan pemahaman mengenai keamanan informasi, ketelitian data, dan etika publikasi.
“Setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi. Personel harus mampu membedakan informasi yang layak dipublikasikan, informasi yang bersifat terbatas, serta informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, ” ungkap Pasi Intel Kodim 0602/Serang.
Ia menambahkan, kemampuan menulis berita dan mengelola media online juga diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran hoaks, disinformasi, serta berbagai bentuk manipulasi informasi di ruang digital.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Ir. Hendri, S.T., M.T. sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Media Terdistribusi, Terintegrasi, dan Terinterkoneksi”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya membangun ekosistem media yang saling terhubung dari tingkat kewilayahan hingga tingkat komando yang lebih tinggi.
“Media terdistribusi memungkinkan setiap satuan menjadi sumber informasi dari wilayahnya masing-masing. Ketika media tersebut terintegrasi dan terinterkoneksi, informasi dari Babinsa dapat dihimpun, dikelola, serta didistribusikan secara berjenjang hingga tingkat Kodam, ” jelas Dr. Ir. Hendri.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan jaringan media tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
“Teknologi hanyalah alat. Kekuatan utama jaringan media terletak pada kemampuan personel dalam menghasilkan berita yang faktual, memiliki nilai informasi, humanis, serta sesuai dengan kaidah jurnalistik, ” tambahnya.
Narasumber lainnya, Dr. Sulhan, membawakan materi mengenai perang kognitif, yaitu upaya memengaruhi cara berpikir, persepsi, emosi, dan perilaku masyarakat melalui informasi yang disebarkan secara terencana.
“Perang kognitif berlangsung melalui penguasaan informasi dan persepsi. Informasi yang salah, apabila disebarkan secara terus-menerus, dapat dianggap sebagai sebuah kebenaran dan memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan, ” terang Dr. Sulhan.
Menurutnya, personel kewilayahan harus memiliki literasi digital yang kuat agar mampu mengenali perbedaan antara misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.
“Babinsa harus menjadi bagian dari kekuatan literasi masyarakat. Selain menyampaikan informasi yang benar, Babinsa juga dapat memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong, konten manipulatif, maupun narasi yang bertujuan memecah persatuan, ” tegasnya.
Melalui kegiatan asistensi dan monitoring tersebut, diharapkan terbentuk personel Babinsa yang tidak hanya memiliki kemampuan pembinaan teritorial, tetapi juga cakap menulis, mengelola informasi, dan memanfaatkan media digital secara bijak.
Pembangunan jaringan media online yang terintegrasi dan terinterkoneksi dari Kodim 0602/Serang, Korem 064/Maulana Yusuf hingga Kodam III/Siliwangi diharapkan dapat memperkuat publikasi kegiatan satuan, mempercepat penyampaian informasi, serta mendukung upaya membangun ruang digital yang sehat, aman, dan kondusif. (PERS)









































