Kapendam Kasuari Imbau Warga Maybrat Tak Terprovokasi, Kasus Kekerasan Masih Diselidiki

9 hours ago 2

MAYBRAT - Situasi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, masih menjadi perhatian serius menyusul adanya dugaan tindak kekerasan terhadap tiga warga di Distrik Aifat Timur Tengah. Pihak TNI dan Polri dilaporkan masih terus mendalami kasus ini, sembari memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar menahan diri dari kesimpulan dini dan penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya. Kejadian ini terjadi pada Minggu (16/8/2026), meninggalkan kekhawatiran tersendiri di benak warga.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Kolonel Inf. J. Daniel Panusuan Manalu, S.H., M.I.Pol., menegaskan pentingnya proses penyelidikan yang cermat. Ia menekankan bahwa penyelidikan dilakukan demi memastikan setiap rangkaian kejadian dapat dibuktikan dengan data dan keterangan yang akuntabel. Imbauan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya informasi yang beredar mengenai kondisi para korban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan keresahan dan memperkeruh situasi, ” tegas Kapendam XVIII/Kasuari.

Ketiga korban yang terdampak dugaan kekerasan tersebut kini telah mendapatkan penanganan medis intensif dan menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Selebesolu, Sorong. Berdasarkan pemeriksaan awal yang disampaikan oleh Kapendam, luka yang dialami korban tidak menunjukkan tanda-tanda luka tembak. Sebaliknya, temuan awal mengarah pada dugaan luka akibat benda tumpul atau senjata tajam.

Namun, temuan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan akhir. Aparat gabungan masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap akar permasalahan serta seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi secara komprehensif. Upaya pengecekan di lapangan juga dilaporkan tidak menemukan adanya pergerakan pasukan TNI di sekitar wilayah Ainod pada saat kejadian berlangsung.

Kapendam kembali menekankan bahwa informasi yang diperoleh saat ini masih bersifat sementara. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan final sebelum proses penyelidikan sepenuhnya rampung. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus dijalin guna menjaga stabilitas keamanan di Maybrat serta wilayah Papua Barat Daya secara keseluruhan.

Masyarakat dihimbau untuk turut serta berkontribusi dalam menjaga kondusivitas wilayah dengan tidak menyebarkan foto, video, maupun narasi yang sumber dan kebenarannya belum dapat dipastikan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mencegah timbulnya kesalahpahaman yang tidak diinginkan.

“Mari kita jaga Maybrat tetap aman, damai dan kondusif. Percayakan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang dan mari bersama-sama menjaga kedamaian Papua Barat Daya, ” pungkas Kapendam XVIII/Kasuari.

Kasus ini masih berada dalam tahap pendalaman intensif. Pihak berwenang menegaskan bahwa setiap informasi yang muncul perlu disikapi dengan penuh kehati-hatian agar tidak memicu keresahan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |