Balikpapan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur kembali melaksanakan pembinaan kerohanian bagi Tahanan dan Warga Binaan yang beragama Nasrani melalui kegiatan Ibadah Minggu yang berlangsung di Aula Rutan pada Minggu (19/07/2026). Kegiatan ini menghadirkan tim pelayanan dari Gereja HGC sebagai bentuk pemenuhan hak beribadah sekaligus penguatan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.
Ibadah dipimpin oleh Bapak Tobing selaku Pendeta dengan mengangkat tema dari Amsal 4:23, yang mengajarkan pentingnya menjaga hati sebagai sumber kehidupan. Melalui penyampaian firman Tuhan tersebut, para Tahanan dan Warga Binaan diajak untuk menjaga hati, membangun karakter yang baik, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dalam menjalani proses pembinaan.
Suasana ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pujian dan penyembahan, doa bersama, hingga penyampaian firman Tuhan dengan tertib dan penuh penghayatan. Kehadiran tim pelayanan dari HGC memberikan penguatan spiritual yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat, pengharapan, serta nilai-nilai kehidupan yang positif bagi para Warga Binaan.
Kegiatan pembinaan kerohanian ini merupakan program rutin yang terus dilaksanakan oleh Rutan Balikpapan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter yang lebih baik, memperkuat keimanan, serta mendorong proses introspeksi diri selama menjalani masa pembinaan. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan Tahanan dan Warga Binaan memiliki bekal moral yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menegaskan bahwa pemenuhan hak beribadah merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
"Kami berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada seluruh Tahanan dan Warga Binaan dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya. Melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, kami berharap mereka memperoleh ketenangan batin, meningkatkan keimanan, serta memiliki bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat, " ujar Agus Salim.
Melalui kegiatan ini, Rutan Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga memperhatikan pemenuhan hak beribadah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter Tahanan dan Warga Binaan.
#Pemasyarakatan #Kemenimipas #DitjenPAS #GuardandGuide









































