HOYA BIT Jadi Bursa Kripto Pertama di Dunia yang Raih Sertifikat Netralitas Karbon BSI ISO 14068-1

2 days ago 5

TAIPEI, 25 April 2026 /PRNewswire/ -- HOYA BIT, bursa kripto asal Taiwan, menjadi platform perdagangan aset digital pertama di dunia yang meraih sertifikasi netralitas karbon BSI ISO 14068-1. Bryn Sutton, Vice President, BSI, bersama Aiman Ali, Global Head, Sustainability, berkunjung ke Taiwan untuk menyerahkan sertifikat tersebut secara langsung sehingga mencerminkan pengakuan BSI atas pencapaian HOYA BIT.

HOYA BIT Founder and Chairperson Zoe Peng (Left) and the Vice President of  BSI Bryn Sutton (Right) at the HOYA BIT 2026 carbon neutrality certification  ISO 14068-1 awarding ceremony. (PRNewsfoto/HOYA BIT)

HOYA BIT Founder and Chairperson Zoe Peng (Left) and the Vice President of BSI Bryn Sutton (Right) at the HOYA BIT 2026 carbon neutrality certification ISO 14068-1 awarding ceremony. (PRNewsfoto/HOYA BIT)

HOYA BIT was invited to attend BSI's 125th Anniversary Gala, represented by Founder Zoe Peng. (PRNewsfoto/HOYA BIT)

HOYA BIT was invited to attend BSI's 125th Anniversary Gala, represented by Founder Zoe Peng. (PRNewsfoto/HOYA BIT)

HOYA BIT Founder and Chairperson Zoe Peng (Left) and the Vice President of  BSI Bryn Sutton (Right) at the HOYA BIT 2026 carbon neutrality certification  ISO 14068-1 awarding ceremony. (PRNewsfoto/HOYA BIT) HOYA BIT was invited to attend BSI's 125th Anniversary Gala, represented by Founder Zoe Peng. (PRNewsfoto/HOYA BIT)

Dengan mengintegrasikan tata kelola karbon, transparansi informasi, serta audit pihak ketiga dalam aktivitas operasionalnya, HOYA BIT telah membangun kerangka kerja yang andal bagi industri aset digital.

BSI merupakan lembaga standar nasional pertama di dunia, dan sertifikasinya telah diakui secara global, termasuk oleh perusahaan teknologi seperti Microsoft dan Google, sebagai tolok ukur kepatuhan tata kelola digital.

Standar ISO 14068-1 mewajibkan perusahaan mengungkap seluruh siklus emisi karbon, menetapkan jalur penurunan emisi, serta menjalani audit independen. Di bawah kepemimpinan Zoe Peng sebagai pendiri perusahaan, HOYA BIT mengadopsi metodologi SBTi dan proyek carbon offset Gold Standard, sekaligus memprioritaskan dukungan terhadap energi terbarukan yang berkontribusi nyata pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Industri aset digital dapat menjawab ekspektasi pasar terkait tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi melalui pendekatan yang mengacu pada standar internasional sehingga dapat diverifikasi," ujar Zoe Peng. "Kematangan industri tidak hanya ditentukan oleh inovasi fungsi, melainkan juga konsistensi dalam membuktikan—melalui tindakan yang terukur—bahwa sebuah platform memang layak dipercaya."

HOYA BIT turut diundang dalam perayaan 125 tahun BSI. Hal tersebut mencerminkan keterlibatan industri aset digital Taiwan dalam wacana global terkait tata kelola berkelanjutan. Ke depan, HOYA BIT akan terus meningkatkan transparansi pelaporan karbon, serta menyediakan berbagai cara bagi pengguna untuk berpartisipasi dalam upaya penurunan emisi agar agenda keberlanjutan menjadi komitmen bersama yang dapat diwujudkan secara nyata.

SOURCE HOYA BIT

Read Entire Article
Karya | Politics | | |