Merauke - Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa di Halaman Kantor Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan pada Minggu (19/4/2026). Sekitar 1.000 warga dari berbagai kampung memadati lokasi untuk mengikuti pengajian rutin bulanan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, tokoh agama, dan unsur pemerintahan.
Kehadiran Danramil 1707-05/Ulilin Kodim 1707/Merauke Mayor Inf Kateni bersama Babinsa Serka Saeroji dan Serda Purnomo menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Dalam kesempatan tersebut, Danramil tidak hanya hadir sebagai undangan, tetapi juga sebagai wujud nyata kedekatan aparat teritorial dengan masyarakat binaannya, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah dan elemen Masyarakat.
Acara dimulai pukul 09.00 WIT dengan rangkaian kegiatan yang khidmat, mulai dari pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muslimat NU, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga sambutan dan tausiyah. Mengusung tema “Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi, Meraih Kebahagiaan Sejati”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus ajang memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Slamet Sugeng Sugondo mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai pondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kedamaian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Kepala Distrik Ulilin Bapak Junaidi, Kapolsek Muting Iptu Melki Bunga, unsur TNI/Polri, Tokoh Agama, Tokoh Adat, serta Pengurus Muslimat NU Papua Selatan.
Kegiatan ditutup dengan do’a bersama, dilanjutkan dengan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Kehadiran Danramil dan Babinsa menegaskan peran aktif TNI sebagai perekat persatuan dan penguat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.



































