Haji Kloter SOC-76 Mabrur, Perpisahan Haru di Madinah

2 hours ago 3

MADINAH - Menjelang kepulangan ke Tanah Air, Jamaah Haji Kloter SOC-76 menggelar kegiatan Evaluasi, Doa, dan Saling Memaafkan (EDOM) di Hotel Artal/Astoneast Madinah, Jumat (26/06/2026). Kegiatan yang dipandu Prof. H. Anwar Ma’ruf ini menjadi penutup perjalanan spiritual selama kurang lebih 42 hari di Tanah Suci.

Suasana haru menyelimuti seluruh jamaah. Kota Madinah yang penuh keberkahan harus ditinggalkan, sementara kerinduan kepada keluarga di Indonesia semakin mendekat. Air mata dan senyum berpadu dalam doa-doa yang mengalir, seolah langit Madinah turut menjadi saksi perjalanan iman para tamu Allah.

Prof. H. Anwar Ma’ruf mengajak seluruh jamaah mensyukuri setiap langkah ibadah yang telah dilalui. Menurutnya, kelelahan, ujian kesehatan, dan berbagai tantangan selama berhaji merupakan proses pendidikan kesabaran dan keikhlasan menuju haji yang mabrur.

“Seluruh perjalanan ini adalah nikmat Allah. Semoga setiap lelah menjadi pahala dan seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur, ” tegasnya.

Sesi evaluasi berlangsung hangat, objektif, dan penuh kekeluargaan. Perwakilan KBIHU, jamaah mandiri, tim kesehatan, hingga petugas kloter menyampaikan kesan, masukan, serta apresiasi terhadap pelayanan selama pelaksanaan ibadah haji.

H. Nur Rohmat dari KBIHU NU Al Arofat menyampaikan rasa syukur atas kekompakan Kloter SOC-76.

“Kami berterima kasih kepada Ketua Kloter, pembimbing ibadah, dan tim kesehatan yang telah melayani dengan sabar. Kami juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama kebersamaan ini, ” ujarnya.

Perwakilan KBIHU Multazam, H. Rian Pratama, menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan kesiapan teknis jamaah.

“Pembekalan tidak hanya manasik ibadah, tetapi juga kesiapan operasional agar jamaah semakin mandiri menghadapi dinamika di lapangan, ” katanya.

H. Muridan dari KBIHU Ar Raudhoh berharap para jamaah tidak hanya membawa oleh-oleh dari Tanah Suci.

“Sepulang dari haji, yang harus dibawa pulang adalah kesabaran, ketakwaan, dan akhlak yang lebih baik, ” tuturnya.

Senada, H. Ahmad Nurali dari KBIHU Miftahul Jannah dan H. Sudiro dari KBIHU Muhammadiyah Banyumas mengapresiasi dedikasi petugas serta menegaskan bahwa keberagaman latar belakang jamaah justru memperkuat persaudaraan dan kekompakan kloter.

Perwakilan jamaah mandiri, H. dr. Ariwindy, menyebut Kloter SOC-76 sebagai miniatur Indonesia.

“Kita berasal dari berbagai kelompok, tetapi mampu hidup harmonis. Mari ceritakan pengalaman baik selama berhaji agar menjadi semangat bagi calon jamaah berikutnya, ” ungkapnya.

Mewakili tim kesehatan, dr. Hj. Indri menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan pelayanan.

“Perbedaan karakter jamaah justru menjadi kekuatan untuk saling membantu dan memperkuat ukhuwah, ” jelasnya.

Ketua Kloter SOC-76, Dr. Hj. Siti Nur Hidayati, menegaskan bahwa seluruh masukan jamaah menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan haji.

“Jangan hanya membawa koper ke Indonesia, tetapi bawalah kesabaran, persaudaraan, dan ketakwaan yang telah kita bangun di Tanah Suci, ” tegasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, mengenang jamaah yang wafat di Tanah Suci, dilanjutkan saling bersalaman dan saling memaafkan. Yel-yel kebanggaan kembali menggema penuh semangat:

“Kloter 76… Kompak! Bersinergi! Harmoni! Mangkat Bareng, Bali Bareng, Mabrur Bareng!”

Di bawah langit Madinah yang teduh, kebersamaan itu berakhir dengan air mata dan doa. Bukan sekadar perjalanan yang usai, melainkan awal baru bagi jiwa-jiwa yang ditempa kesabaran. Dari Tanah Suci mereka pulang membawa cahaya persaudaraan, semangat pengabdian, dan harapan agar kemabruran terus bersemi dalam keluarga, masyarakat, serta bangsa.

(Inung/Djarmanto-YF2DOI)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |