GEMPPAR Demo Minta Copot Sekda Asahan, Ketua DPRD Akan Lakukan RDP

1 week ago 22

ASAHAN - Puluhan Massa dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan, kembali menggeruduk Kantor DPRD Asahan Jalan Jendral Ahmad Yani, Kisaran, Asahan, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa, (27/01/2026) sekitar pukul 10:44 WIB. 

Kedatangan puluhan massa dengan mengendarai sepeda motor, becak sembari membawa spanduk bertuliskan "mosi tidak percaya dengan kinerja Sekdakab Asahan, dan mendesak Seketaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Zainal Arifin Sinaga agar segera dicopot dari jabatannya.

"Kami tidak percaya dengan kinerja Sekdakab Asahan, Zainal Arifin Sinaga. Dia merupakan PNS tertinggi yang memiliki jabatan ganda. Gimana dia mau bekerja maksimal, sedangkan jabatannya banyak", tegas Ketua GEMPPAR Asahan, Raihan Panjaitan dalam orasinya di depan Kantor dewan.

"Sekda Asahan diduga memiliki rangkap jabatan dengan menjadi Dewan Pengawas PAM Tirta Silau Piasa (TSP) yang memiliki dua gaji dari negara. Selain dia Ketua LPTQ Asahan, Ketua BKM Mesjid Agung, dia juga diduga kuat sebagai pengendali proyek-proyek di sejumlah Dinas-Dinas yang ada di Kabupaten Asahan.

"Banyak jabatannya, gimana dia bisa bekerja sebagai Sekda", tanya Raihan Panjaitan dengan nada kesal.

Setelah beberapa lama melakukan orasi secara bergantian di depan Kantor DPRD Asahan, akhirnya mereka diterima oleh Ketua DPRD Asahan, Efi Irwansyah Pane.

Dalam menanggapi aspirasi yang disampaikan para pendemo, Efi berjanji akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang Sekda dan GEMPPAR.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan RDP dengan memanggi Sekda Asahan dan adek-adek dari GEMPPAR untuk mendengarkan apa jawaban sekda didepan adik-adik. Minggu ini akan kita jadwalkan untuk menggelar RDP", ujar Efi.

Usai mendengarkan jawaban Ketua DPRD Asahan, massa akhirnya membubarkan diri dan menunggu RDP yang dijanjikan.

Selanjutnya mereka bergerak ke Kantor Bupati Asahan.

Dalam orasinya di kantor Bupati, massa meminta agar Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar untuk segera mungkin mencopot jabatan Sekda Asahan, Zainal Arifin Sinaga. Karena sekda dituding tidak bisa bekerja sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Asahan.

"Kami harap Bupati Asahan segera mencopot jabatan Sekda. Karena selain dia menjadi Dewan Pengawas PDAM TSP Asahan. Sekda juga diduga tukang bagi - bagi proyek yang ada di Kabupaten Asahan", teriak Kordinator Aksi, Arman Maulana Siregar.

Dalam aksi itu, sempat terjadi aksi saling dorong antara Sat Pol PP dengan massa karena tidak ada yang menerima aspirasi mereka. Karena tidak ada yang menerima, massa langsung melakukan aksi sweeping kantor Bupati Asahan.

Saat massa melakukan aksi sweeping, tidak beberapa lama mereka langsung ditemui oleh Kaban Kesbang Asahan, Nizar Simatupang.

Dalam jawabannya, Nizar mengatakan akan menyampaikan aspirasi pendemo pada Bupati Asahan.

"Bupati, Wakil Bupati dan Sekda tidak ada dikantor. Makanya saya yang menerima. Semua aspirasi yang adik-adik katakan ini, akan saya sampaikan ke pimpinan. Kamis depan kami akan jadwalkan untuk pertemuan sekda dengan adik-adik", kata Nizar.

Puas dengan jawaban Kaban Kesbangpol Asahan Pemkab Asahan, massa GEMPPAR akhirnya melanjutkan aksinya ke Kantor Kejaksaan Asahan, Jalan W. R Supratman Kisaran.

Dikantor Kejaksaan, massa mendesak agar pihak Kejaksaan segera memanggil dan memeriksa Sekda Kab. Asahan, karena Sekda Asahan diduga merupakan aktor yang bagi-bagi proyek dan memiliki banyak jabatan di Asahan.

"Kami minta Kejaksaan untuk meminta dan mengumumkan hasil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Sekda Asahan. Karena kami duga harta kekayaan Sekda naik berasal dari jual beli Paket Proyek selama dia menjadi Sekda dan menjadi Kepala Bappeda selama 9 tahun lebih", ujar Arman Maulana Siregar dalam orasinya.

Setelah bergantian melakukan orasi, akhirnya mereka diterima Kepala Seksi (Kasie) Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan, Heriyanto Manurung, SH. dalam jawabannya, menerima semua aspirasi mahasiswa.

"Saya tegaskan pada adik-adik. Silahkan melaporkan Sekda Asahan. Tapi berikan kami data-data yang otentik. Agar kami bisa memanggil dan memeriksa Sekda", kata Kasi Intel mengakhiri.   EDWARD BANJARNAHOR 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |