Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap peredaran narkotika skala besar di wilayah Aceh. Dalam operasi gabungan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, petugas berhasil menangkap seorang pria dan menyita sabu seberat 100 kilogram.
Pengungkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 22.45 WIB di Jalan Lintas Sumatera Medan–Aceh, Desa Seunebok, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, mengatakan operasi ini berawal dari informasi intelijen terkait rencana transaksi narkotika jenis sabu di wilayah tersebut.
“BNN RI memperoleh informasi awal dari analis intelijen tentang adanya peredaran sabu di Peureulak, Aceh Timur. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti melalui operasi gabungan, ” ujar Suyudi, Selasa (27/1/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria bernama Muzakir (28), warga setempat. Ia ditangkap saat mengendarai sebuah mobil Toyota Rush hitam yang diduga digunakan untuk mengangkut narkotika.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan lima karung berwarna kuning yang disimpan di dalam mobil. Setelah diperiksa, karung-karung tersebut berisi sabu dengan total berat mencapai 100 kilogram. Setiap karung diketahui berisi puluhan paket sabu dengan berat sekitar 1 kilogram per bungkus.
“Tim gabungan berhasil mengamankan satu unit kendaraan dan satu orang pelaku yang membawa narkotika jenis sabu dalam jumlah besar, ” jelas Suyudi.
Selain sabu, BNN juga menyita sejumlah barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkoba. Seluruh barang bukti dan tersangka telah dibawa ke Kantor BNN Pusat untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.
BNN menegaskan pengungkapan ini masih terus dikembangkan guna menelusuri jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain.
Narkoba Dipandang sebagai Isu Kemanusiaan
Dalam kesempatan terpisah, Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan bangsa dan reformasi hukum.
“Berperang melawan narkoba adalah upaya kemanusiaan. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, terutama dalam membangun sumber daya manusia unggul, ” kata Suyudi.
Ia menekankan bahwa persoalan narkoba tidak semata-mata dilihat sebagai tindak kriminal, melainkan juga isu kemanusiaan.
“Pengguna narkoba adalah korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan semata-mata dipenjara, ” ujarnya.
BNN berkomitmen terus memperkuat sinergi lintas lembaga untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.

















































