Beasiswa 718 Mahasiswa Morowali Cair, Akhiri Polemik dan Siapkan Sistem Baru yang Lebih Transparan

6 days ago 11

MOROWALI, Indonesiasatu.id— Setelah sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa, Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya menuntaskan persoalan penyaluran beasiswa mahasiswa tahun anggaran 2025. Sebanyak 718 mahasiswa yang sebelumnya pada tahap III belum menerima bantuan kini dipastikan segera akan memperoleh haknya.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, S.Pd, M.Pd, yang menegaskan bahwa seluruh proses administrasi pencairan sudah diselesaikan dan tinggal menunggu penyelesaian tahap akhir di Bank Sulteng, yang akan menyalurkan dana ke rekening para mahasiswa dalam waktu dekat.

“Pemerintah daerah telah menindaklanjuti dan menyelesaikan polemik 718 mahasiswa yang belum menerima bantuan. Kini proses pencairan tinggal menunggu tahapan akhir di bank, dan seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat akan segera menerima beasiswa mereka, ” ujar Arifin kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).

Program Beasiswa Mahasiswa Morowali merupakan salah satu bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Tepe Asa Moroso. Sejak awal diluncurkan, program ini bertujuan membantu mahasiswa asal Morowali yang menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia agar dapat fokus belajar tanpa terbebani oleh kendala biaya pendidikan.

Namun, pada pelaksanaan tahun 2025 tahap III, muncul polemik ketika 718 mahasiswa belum menerima dana bantuan sebagaimana dijanjikan. Kondisi ini sempat menimbulkan kekecewaan, bahkan sebagian mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui organisasi kemahasiswaan di tingkat kabupaten dan provinsi.

Menurut Arifin, keterlambatan tersebut disebabkan oleh penyesuaian administrasi, termasuk validasi data dan proses verifikasi penerima beasiswa agar tepat sasaran. Ia menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan atau pengabaian dari pemerintah daerah.

“Kami harus memastikan data penerima benar-benar valid. Ada beberapa mahasiswa yang datanya perlu diverifikasi ulang karena kendala administrasi seperti KTP dan KK, agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari, ” jelasnya.

Dengan selesainya proses tersebut, pemerintah memastikan dana beasiswa akan segera dicairkan ke rekening masing-masing mahasiswa penerima. Selain menuntaskan persoalan tahun 2025, Dinas Pendidikan juga berkomitmen melakukan pembenahan total terhadap sistem beasiswa tahun 2026. Arifin menyebutkan, mulai tahun ini proses seleksi akan diperketat dan sistem pendaftarannya akan disederhanakan.

“Kami akan ubah sistem penyalurannya menjadi dua tahap agar mahasiswa bisa menerima bantuan lebih cepat, ditargetkan sekitar Mei–Juni 2026 untuk tahap pertama dan sekitar November–Desember bagi mahasiswa baru atau semester awal. Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengembangkan sistem digital beasiswa yang lebih modern dan transparan, ” tambahnya.

Langkah tersebut, kata Arifin, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan program beasiswa serta memastikan seluruh mahasiswa yang berhak memperoleh bantuan dengan tepat waktu.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa penerima menyambut positif kabar pencairan ini. Mereka berharap pemerintah terus berkomitmen menyalurkan bantuan pendidikan setiap tahun, karena beasiswa tersebut menjadi penopang utama bagi mahasiswa asal Morowali yang sedang menempuh pendidikan tinggi di luar daerah.

“Kami sangat bersyukur, akhirnya beasiswa ini cair juga. Bantuan ini sangat membantu kami untuk biaya kuliah dan kebutuhan hidup selama studi, ” ungkap sejumlah mahasiswa penerima program tersebut.

Dengan tuntasnya polemik ini, program beasiswa mahasiswa Morowali diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun generasi muda Morowali yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |